Fakultas Syariah IAIN Salatiga Terima Studi Banding dari STIA Al Hidayah Bogor

Salatiga-Fakultas Syariah (FaSya) IAIN Salatiga kembali menerima kunjungan studi banding dari kampus lain. Adalah STAI Al Hidayah Bogor yang kali ini berkunjung melakukan studi banding. Kunjungan studi banding tersebut dilaksanakan pada Kamis tanggal 1 April 2021. Tim STAI Al Hidayah Bogor berjumlah 6 orang yang dikomandani Ketua STAI AL Hidayah yakni Dr. Unang Wahidin, M.Pd.I dan anggota tim pengunjung lainnya ialah Muhamad Priyatno, M.Pd.I ( Wakil Ketua 1 Bidang Akademik), Dr. Fachri Fachrudin, M.E.I (Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan), Muslim, S.Pd.I., M.M (Ketua Prodi Hukum Keluarga Islam), Dr. Sujian Suretno, S.Th.I., M.M (Tim LPM STAI Al-Hidayah), Agus Mailana, M.Kom (Kepala IT). Tim STAI Al Hidayah diterima secara langsung oleh Dekan FaSya IAIN Salatiga di Aula  FaSya IAIN Salatiga.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan selama lebih dari 5 jam tersebut, rombongan STAI AL Hidayah Bogor berdiskusi seputar kebijakan-kebijakan yang ada di FaSya IAIN Salatiga dalam pengembangan kampus sehingga menjadi salah satu Fakultas terfavorit di IAIN Salatiga yang merupakan kampus IAIN terbaik di Indonesia.Lebih spesifik studi banding tersebut berkaitan dengan Penyusunan Kurikulum Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Pengelolaan Jurnal di FaSya IAIN Salatiga, serta Proses Sistem Penjaminan Mutu Internal di Prodi HKI maupun Fakultas Syariah .

Sementara itu, Dekan FaSya IAIN Salatiga, Dr. Siti Zumrotun, M.Ag menanggapi positif dengan adanya studi banding tersebut. Karena banyak hal yang bisa di-sharing-kan di antara kedua lembaga demi kemajuan bersama.

Mahasiswa HKI dan HES Sabet Juara Language Festival 3.0 2020 Vlog Challenge

IAINSalatiga- Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Bahasa (UPTPB) IAIN Salatiga menggelar kompetisi kreatif mahasiswa dalam bentuk pembuatan vlog berbahasa Arab dan Inggris. Pendaftaran yang dibuka pada tanggal 06-09 September 2020 cukup mendapatkan antusias yang baik oleh mahasiswa-mahasiswi seluruh Fakultas dengan membentuk team Vlog. Team yang sudah terdaftar diumumkan dan diberi waktu selama 8 hari untuk membuat dan bisa mengumpulkan hasil vlognya ke UPTB. Tepat pada Senin, 2 November 2020 UPTB resmi mengumumkan pemenang kompetisi Vlog dan muncul team mahasiswa HKI sebagai juara 1 dan team HES sebagai juara favorit.

Dari team HKI, Firman dan Alif berkolaborasi membuat video vlog berbahasa inggris dengan judul “Rendang and Soto, traditional food that goes international”. Untuk proses pembuatan video vlog dalam wawancara singkat mereka menjelaskan bahwa pertama menentukan makanan apa dan rumah makan yang mana yang akan direview. Sedikit berkerut dalam mencari titik focus yang diambil karena harus memiliki nilai sejarah dan bisa diceritakan sebagai daya tarik masyarakat. Kemudian berlanjut pada naskah sebelum taking video, naskah disusun dalam bahasa Indonesia kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris secara manual.

Kendala pertama ada di editing, karena mereka mengaku tidak pernah belajar editing video selama ini. Jadi sedikit banyak mereka meminta bantuan teman yang memiliki kemampuan dalam hal tersebut. Selama proses taking dan editing tidak ada kendala sama sekali. Proses taking dilakukan selama 2 jam di 2 rumah makan berbeda di area kota Salatiga dan di Kampus 2 IAIN Salatiga. Para pemilik rumah makan juga memberikan kami kemudahan untuk shooting serta didukung dengan situasi rumah makan kondusif untuk proses shooting, pungkas mereka.

Dari team HES, dengan team yang terdiri dari Adil Muhammad Ma’ruf, Erriza Aidatul C, Alfi Kiki Fatmala, mengumpulkan Vlog dengan Tema “Indonesia’s National Dishes”. Sejak pengumpulan anggota team, merek mengaku telah membagi tugas masing-masing anggota team, dengan Adil Muhammad Ma’ruf adalah dan Editor, sekaligus Koordinator Team, Erriza Aidatul C sebagai Director, dan Alfi Kiki Fatmala sebagai Reviewer. Selain itu, kami juga mendiskusikan tentang tema vlog bersama-sama, hingga akhirnya sepakat untuk mengenalkan 3 Makanan Nasional Indonesia, yaitu Sate, Nasi Goreng, dan Gado-gado.

Dimulai dari pembuatan naskah berbahasa Inggris sebagai gambaran ketika mereview makanan tersebut, mereka menceritakan dalam tahap ini kemudian menentukan hari untuk pengambilan video, tentu dengan alat sederhana dan seadanya mengingat kami bukanlah expert dalam bidang videografi, hingga pada tahap pengeditan kami usahakan semaksimal dan semampu kami, alhamdulillah video berhasil kami kumpulkan tepat waktu.

Tidak berhenti sampai pada tahap pengumpulan Vlog, namun kami tetap gencar untuk meminta dukungan dari berbagai pihak untuk membantu dan mensupport Vlog yang sudah kami kumpulkan. Terimakasih kami ucapkan terhadap pihak-pihak yg bersumbangsih dalam mendukung video kami hingga akhirnya berhasil meraih Juara Favorit Vlog Bahasa Inggris dalam ajang Language Festival 3.0 UPTPB IAIN Salatiga. Alhamdulillah, pungkas mereka.

Penyerahan Serempak Mahasiswa Magang dari Fak. Syari’ah IAIN Salatiga

Senin  13 Juli 2020 secara serempak Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga menyerahkan seluruh mahasiswa Magang di instansi Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, KPU, Komisi Yudisial, Kemenkumham, Notaris, Kantor SETDA, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kantor Urusan Agama, Kantor Pengacara/Advokat, Kantor Kecamatan, Lembaga Bantuan Hukum dan lembaga lain sesuai kompetensi mahasiswa Fakultas Syari’ah dengan memperhatikan aturan protokol Covid-19. Dalam Praktikum Pengembangan Profesi Tahun ini mahasiswa melaksanakan magang berbasis wilayah selama 1 bulan lamanya.

Adapun target dari proses Praktikum Pengembangan Profesi Tahun ini ialah

  1. Mahasiswa memahami profile lembaga atau instansi tempat praktikum yang meliputi sejarah, kewenangan, dan struktur organisasi.
  2. Mahasiswa memahami kegiatan operasional lembaga atau instansi tempat praktikum.
  3. Mahasiswa memahami persoalan-persoalan yang berkaitan dengan bidang hukum di tempat praktikum.

398 Mahasiswa FASYA IAIN Salatiga ikuti Pembekalan Praktikum Pengembangan Profesi Via Daring

Salatiga– Di tengah masa pandemic Covid-19 yang belum juga berakhir ini, Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga mengadakan pembekalan secara online, Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pembekalan internship tahun ini diselenggarakan melalui media zoom dengan menghadirkan lima narasumber yaitu sebagai berikut: Prodi HTN: Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga, Prodi HKI: Sirojudin, S.H.I., M.H.I. (Kepala KUA Kec. Sidorejo), Evi Ariyani, S.H., M.H. (Akademisi), HES: Dr. Fakih Nabhan, M.M. (Direktur BMT Ramadhana), Ekhwan Zamrudi, S.H., M.Kn (Notaris Kab Semarang).

Adapun proses pembekalan magang pada tahun ini dilaksanakan sebanyak 3 kali. Pertama Program Studi Hukum Tata Negara dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 7 Juli 2020, sedangkan Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah dilaksanakan pada hari rabu tanggal 8 Juli 2020, adapun Program Studi Hukum Keluarga Islam dilaksanakan Pada hari kamis tanggal 9 Juli 2020

Pada tahun ini jumlah peserta magang Fakultas Syari’ah sebanyak 398 mahasiswa dari 3 Program Studi. Sedangkan jumlah total tempat magang sebanyak 121 tempat.

Dalam Sambutannya Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Syari’ah menjelaskan, bahwa kegiatan Praktikum Pengembangan Profesi atau magang bagi mahasiswa merupakan kegiatan yang masuk dalam kurikulum Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga. Melalui kegiatan magang ini, Pimpinan berharap para mahasiswa yang nantinya terjun di lapangan selain mendapatkan pengalaman, Mahasiswa mampu menguasai teori dan praktek di bidang hukum khususnya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hukum secara litigasi dan non litigasi.

Melihat kondisi pandemic sekarang ini, Wakil Dekan I Bagian Akademik menekankan akan pentingnya protokol kesehatan untuk seluruh mahasiswa peserta magang di tempat magang nantinya.

Berbeda pada tahun tahun sebelumnya, bahwa pada tahun ini magang berbasis pada wilayah, mahasiswa bisa melakukan magang di daerahnya masing-masing. Dengan kegiatan praktikum pengembangan profesi ini  diharapkan menjadi wahana yang representatif bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmunya di berbagai instansi meliputi Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, KPU, Komisi Yudisial, Kemenkumham, Notaris, Kantor SETDA, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kantor Urusan Agama, Kantor Pengacara/Advokat, Kantor Kecamatan, Lembaga Bantuan Hukum dan lembaga lain sesuai kompetensi mahasiswa Fakultas Syari’ah dengan menyesuaikan tempat tinggal mahasiswa peserta PPP/Magang