Category Archives: Publikasi

Pelepasan Wisudawan-Wisudawati dan Temu Alumni Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga Tahun 2016

Acara pelepasan wisudawan wisudawati dan temu alumni Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga yang dilaksanakan pada Senin 31 Oktober 2016 di Auditorium Lantai 3 Kampus 2 ini adalah bentuk kesyukuruan dari Fakultas Syari’ah atas berhasilnya meluluskan mahasiswa Fakultas Syari’ah yang berjumlah 24 orang dari jurusan Ahwal-Al-Syakhsyiyyah (AS) dan Hukum Ekonomi Syari’ah (HES). Acara tersebut dihadiri oleh segenap pengelola Fakultas Syari’ah dan juga Dema dan Sema Fakultas Syari’ah. Bukan itu saja, Fakultas Syari’ah juga mengundang beberapa alumni Fakultas Syari’ah untuk ikut hadir dalam acara tersebut.
Setelah acara pelepasan wisudawan dan wisudawati secara simbolis yaitu dengan beberapa sambutan dan pemberian kenang-kenangan, dilanjutkan seminar dengan tema “Peluang dan Tantangan Alumni dalam Meraih Beasiswa Pascasarjana Program LPDP”. Yang mana disampaikan oleh seorang dosen IAIN Salatiga yang telah mendapatkan beasiswa dari LPDP yaitu Ibu Win Listyaningrum Arifin, M.Pd
Antusias dan respon hadirin sangatlah baik dan menggembirakan, dan berharap dari terselenggaranya acara ini dapat menjadi awal yang baik dan pemicu semangat untuk para wisudawan dan wisudawati khususnya dan para alumni Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga pada umumnya, untuk bisa bersaing dan mampu menghadapi tantangan zaman, semoga ilmu yang sudah diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat.

SEMINAR NASIONAL BERSAMA KOMISI YUDISIAL (KY)

1

2

SEMINAR NASIONAL
PROBLEMATIKA HAKIM DAN PERADILAN
REKONTRUKSI
IDEAL SISTEM PERADILAN DI INDONESIA
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ahwal Al-Syakhsyiyyah telah menyelenggarakan seminar nasional dengan mengundang pembicara dari Komisi Yudisial Republik Indonesia. Acara ini diselenggarakan pada hari kamis (22 september 2016) di auditorium kampus 1 Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Tema “problematika hakim dan peradilan di Indonesia” dipilih oleh panitia karena hakim merupakan salah satu pilar yang penting dalam penegakan hukum di Indonesia.
Uraian tentang hakim dalam perspektif islam telah dikupas dengan cerdas oleh pembicara pertama, Yusuf Khumaini S.H, M.Hi, untuk mengawali pembahasan dalam acara tersebut. Elza Faiz, S.H, M.H., selaku pembicara dari komisi yudisial, mengemukakan temuan-temuan empiris berkaitan dengan kinerja hakim di Indonesia di hadapan 400 peserta yang hadir di acara tersebut.
Antusiasme mahasiswa terhadap acara ini sangatlah bagus. Hal ini terbukti dari adanya peserta yang datang dari kampus lain seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo semarang, Universitas Kristen Sanata Dharma (UKSW) dan beberapa kampus lainnya dalam lingkup wilayah jawa tengah. Tidak hanya itu, Komisi Yudisial juga membagikan Doorprize kepada peserta yang bertanya dalam acara tersebut dengan membagikan kaos yang bertuliskan “Komisi Yudisial RI”.
Harapan dari terselenggaranya acara ini, selain untuk meningkatkan kualitas intelektual mahasiswa di bidang hukum, kita semua berharap acara ini dapat menjadi awal yang baik untuk fakultas syariah dalam menjalin kerjasama dengan institusi lembaga Negara dalam hal ini Komisi Yudisial dan kedepannya, kami berdoa agar fakultas syariah semakin baik, Amin.

KULIAH UMUM FAKULTAS SYARI’AH IAIN SALATIGA

IMG-20160919-WA0011

KULIAH UMUM FAKULTAS SYARI’AH IAIN SALATIGA
TEMA
“PARTAI POLITIK ISLAM DALAM PENTAS POLITIK NASIONAL UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS”.

Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga menggelar Kuliah Umum, dengan tema “Partai Politik Islam dalam Pentas Politik Nasional untuk Mewujudkan Indonesia Emas”. Acara ini diselenggarakan Hari Senin 19 September 2016, Pkl. 08.00-12.00 WIB, di Gedung Aula Kampus 1 IAIN Salatiga, Jl. Tentara Pelajar, No. 02 Salatiga.
Hadir dalam acara tersebut Bapak Ir. H. Muchammad Romahurmuziy, M.T sebagai pemateri. Beliau adalah Ketua Umum DPP PPP dan Anggota Komisi III DPR RI. Dihadiri juga oleh 500 peserta dari segenap civitas akademika kampus, yakni dari jajaran Rektor, Dekan, dan Dosen-dosen Fakultas Syariah serta mahasiswa Fakultas Syari’ah Program studi Ahwal-Al-Syakhsyyiyah (AS), Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) dan Hukum Tata Negara (HTN).
. Kuliah Umum ini digelar dengan harapan agar para civitas akademika mampu mengerti, mendalami dan memperkaya wawasan tentang kiprah partai politik di Indonesia khususnya partai politik Islam. Harapan yang lain adalah agar para mahasiswa apabila mengikuti sebuah partai politik baik di kancah nasional maupun lokal tidak terjebak dalam politik yang tidak sehat apalagi sampai bertentangan dengan peraturan hukum dan juga Syari’at Islam.

PRAKTIKUM PENGEMBANGAN PROFESI (Praktikum Peradilan) Di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Salatiga Tahun 2016

sidang Semu PA

sidang semu PN

Dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan serta keterampilan keahlian praktek tanpa menghilangkan teoritik, IAIN Salatiga khususnya jurusan Hukum Perdata Islam atau Ahwal Al-Syakhsyiyyah (AS) memberikan mata kuliah praktikum peradilan kepada mahasiswa dan memberi kesempatan untuk melakukan praktikum pengembangan profesi ini di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama. Pelakasanaan praktek ini ditujukan agar mahasiswa bisa mengaplikasikan teori-teori yang sudah dipelajari dalam perkuliahan di lapangan kerja.

Praktek Peradilan ini dilaksanakan pada tanggal 22 juli 2016 sampai tanggal 19 agustus 2016. Mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok dalam kegiatan pengembangan profesi ini. satu kelompok berada di Pengadilan Agama (PA) selama dua minggu dan satu kelompok berada di Pengadilan Negeri (PN) selama dua minggu. kemudian satu kelompok yang tadinya di PA pindah ke PN begitu sebaliknya selama dua minggu juga.

Kegiatan ini di laksanakan pada setiap semester VII dan tidak lebih dari empat minggu. Pada kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan observasi mengenai sistem administrasi Pengadilan seperti struktur organisasi Pengadilan, prosedur berperkara, administrasi penanganan perkara secara kronologis dari pendaftaran hingga sampai eksekusi putusan. Kemudian pada hari-hari terakhir kegiatan ini, mahasiswa melakukan praktek pengadilan semu atau tiruan di PA dan PN tersebut agar mahasiswa mendapat pengalaman untuk bisa mengadili dan memutus perkara seperti dalam persidangan yang sebenarnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menujang kemampuan mahasiswa yang telah mendapatkan teori-teori dalam perkuliahan dan mengaplikasinya di masyarakat sesuai dengan Hukum Islam dan Undang-Undang yang berlaku.

 

OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan) FAKULTAS SYARI’AH TAHUN 2016

khtaman al quran

opak 1

opak -1

Opak Fakultas Syariah dilaksanakan pada senin 22 agustus 2016 sampai dengan selasa 23 agustus 2016. Dengan tema “Membangun Integritas Mahasiswa Fakultas Syari’ah Sebagai Bekal Menjadi Ilmuan Dan  Praktisi Hukum Yang Religius Dan Profesional”. Peserta opak fakultas syariah secara global berjumlah 262 peserta, untuk prodi Ahwa-Al-Syakhsyiyyah (AS) 62 mahasiswa, Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) 98 mahasiswa dan Hukum Tata Negara (HTN) 67 mahasiswa dan di tambah dengan mahasiswa lama berjumlah 32 mahasiswa.

Pada pagi tadi pukul 07.30 acara checking peserta dilakukaan di depan Akademik Fakultas Syari’ah. Setelah itu kemudian peserta opak melakukan jabat tangan dengan para dosen dan karyawan fakultas syari’ah sebelum masuk ke aula fakultas syari’ah untuk mengikuti acara pembukaan opak.

Setelah itu acara opak di buka langsung oleh dekan fakultas syari’ah

 

Sambutan Dekan Fakultas Syari’ah pada acara pembukaan OPAK

syariah

Sambutan pada acara Pembukaan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

Oleh: Dekan Fakultas Syari’ah

Senin, 22 Agustus 2016

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Kepada terhormat Bapak-bapak wakil dekan fakultas syari’ah

Yang saya hormati para Kajur, Sekjur,  Direktur LKBHI fakultas syari’ah dan kasubag serta staf akademik fakultas syari’ah

Panitia OPAK dari Dema, Sema, HMJ AS dan HMJ HES, HMJ HTN yang tak kenal lelah dan selalu semangat menyambut mahasiswa baru dalam acara opak fakultas syari’ah

Para Mahasiswa baru Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga yang berbahagia dan yang kami cintai dan kami banggakan

Pertama-tama marilah Puji syukur kita panjatkan pada Allah SWT atas nikmat, rahmat, hidayah dan inayah-Nya kita dapat berkumpul disini pada momen yang berbahagia ini dalam rangka orientasi pengenalan akademik dan kemahasiswaan fakultas syariah, Semoga acara pada hari ini dan besok dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh kasih sayang, tanpa ada bentakan dan juga kekerasan, semoga semuanya selalu diberi kesehatan. Amiin

Shalawat serta salam kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW yang selalu mewarnai kehidupan kita dan selalu menginspirasi  semangat juang kita dalam menegakkan syari’ah-Nya serta  membangun bangsa Indonesia sehingga menjadi bangsa yang bermoral dan bermartabat dengan bercirikan Islam Indonesia yang damai sesuai dengan visi dan misi  fakultas syari’ah  juga visi misi IAIN Salatiga. Kompetitif, berklualitas dalam pendalaman dan pengembangan ilmu-ilmu hukum Islam yang  berwawasan keindonesiaan demi kemajuan peradaban secara damai dan bermartabat

Selanjutnya saya ucapkan selamat datang kepada para mahasiswa baru, para intelektual muda, para calon pemimpin bangsa dan pemimpin umat, calon hakim, advokat, madiator, bankir dewan pengawas syari’ah, politikus muslim, ahli falak, serta wirausahawan yang profesional, bermoral dan bermartabat.

Selamat bergabung di fakultas syariah IAIN Salatiga ini, kami semua merasa sangat bangga, sangat senang dan juga terharu dengan kehadiran 230 mahasiswa baru   yang tersebar di jurusan AS, Jurusan HES dan juga jurusan HTN.

Saya yakin kehadiran mahasiswa baru ini akan menjadikan fakuktas syariah semakin jaya, semakin maju dan semakin berkembang …. hidup fakultas syariah….hidup Fakultas Syariah….Okey

Kami yakin  para mahasiswa baru ini memiliki semangat yang tinggi dalam belajar, dalam mencari ilmu terutama ilmu-ilmu yang bisa mengantarkan kehidupan yang sejahtera dunia dan akhirat. Dalam hal ini ilmu hukum Islam dan juga hukum positif.

Tak bisa disangka yang paling menggembirakan bagi kami ternyata kehadiran 230 mahasiswa baru ini disambut dengan keberhasilan para dosen dalam  memperjuangkan gelar sarjana syariah setara dengan sarjana hukum lainya. Berdasarkan PMA RI No 33 Tahun 2016 tentang gelar akademik Perguruan Tinggi Keagamaan gelar Sarjana Syariah yang awalnya bergelar S.Sy kini berubah dan setara dengan fakultas hukum yaitu SH (Sarjana Hukum). Dengan berubahnya gelar ini semoga para alumni semakin memiliki rasa percaya diri yang tinggi serta memiliki prospek  kerja yang lebih luas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Walau tidak menutup kemungkinan banyak juga alumni yang sudah berhasil dan sesuai dengan  kompetensinya.

Gelar SH sangat pantas disandang oleh sarjana dari fakultas syari’ah mengingat banyak mata kuliah hukum positif yang diajarkan disamping hukum-hukum Islam.  Mulai dari PIH, HAN, HTN, Hukum pidana, hukum perdata, hukum acara, hukum dagang, agraria dan lain-lain.

Selama kurang lebih empat tahun atau delapan semester Saudara-saudara akan bersama-sama belajar dengan para dosen yang sangat kompeten sesuai dengan bidangnya masing-masing. Saudara akan diajak bersama belajar menganalisa serta mengkritisi perjalanan dan perkembangan hukum serta Undang-undang bahkan juga berbagai kasus hukum yang terjadi di masyarakat. Sesuai dengan tema opak fakultas syari’ah sebagaimana tersebut …..maka yakinlah dengan memohon kepada Allah SWT Saudara bisa menjadi praktisi hukum yang handal dan profesioanl. Bahkan Saudara akan menjadi sarjana hukum yang memiliki nilai plus. Kenapa…karena selain memiliki kompetensi dalam bidang hukum positif saudara juga memiliki  segudang kompetensi dalam bidang hukum Islam. Mulai dari thaharah sampai pada masalah jinayah.

Para Mahasiswa Baru yang berbahagia dan yang kami cintai,

Sesuai dengan fakultas yang saudara-saudara pilih yakni faklutas syari’ah, saya yakin saudara akan mampu menjadi mahasiswa yang sportif, yakin, amanah, Ramah, Iman, Adil demi terwujudnya masyarakat kampus yang humanis dan harmonis.

Sportif artinya jadilah mahasiswa yang tegas jujur dan dewasa, tidak mudah menyerah, dan kesatria

Yakin artinya jadilah mahasiswa yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi namun tetap mengacu pada norma-norma yang ada dan berlaku, dengan membangun image yang poistif kepada seluruh civitas akademika khususnya di lingkungan fakultas syari’ah dan IAIN pada umunya.

Amanah artinya jadilah mahasiswa yang selalu bisa amanah bisa dipercaya oleh orang tua, dosen, teman sejawat, masyarakat dan lain-lain. dengan berlatih menjadi mahasiswa yang amanah ini maka ibu yakin nanti akan mejadi sarjana syari’ah yang bergelar sarjana Hukum yang akan dipercaya oleh masyarakat di lingkungan Saudara-saudara bertempat tinggal

Ramah jadilah mahasiswa yang selalu bersikap sopan dan santun, menghormati dosen, menghormati senior, menghargai dan menyayangi adek-adek kelas, dan selalu menebar keramahan di mana saja Saudara berada dengan salam dan senyum dengan penuh kasih sayang.

Iman jadilah mahasiswa memiliki iman yang kaut aqidah yang lurus yang mencerminkan bahwa Suadara-Saudara adalah mahasiswa Fakuktas Syariah yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai aqidah Islam jauh dari nilai-nilai yang bertentangan dengan aqidah Islam, pegang teguh iman Saudara dalam hati, dan buktikan dengan amal perbuatan.

Adil artinya berbuatlah dan bersikaplah adil sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah menjadi kesepakatan bersama dalam lingkungan fakultas maupun institute maupun ormawa fakuktas dengan tidak membeda-bedakan ras, dan juga etnis.

Humanis dan Harmonis jadilah mahasiswa yang memiliki sikap yang humanis juga harmonis sehingga Sauadara akan menjadi mahasiswa yang disegani, dan dihormati tidak hanya dilingkungan fakultas dan isntitut tapi juga lingkungan masyarakat baik yang ada di Salatiga, jawa tengah maupun tingkat nasional.

Sikap humanis dan juga harmonis ini akan bisa sempurna jika tujuh kunci di atas yakni sportif, yakin, amanah, ramah, iman dan adil bisa betul-betul menjadi pijakan Saudara dalam berorganisasi. Ketujuh kata kunci tersebut tadi adalah merupakan rangkaian kata SYARI”AH

Para panitia juga mahasiswa baru yang berbahagia

Ketujuh kata kunci yang tergabung dalam kata syari’ah tersebut terapkan juga dalam kegiatan opak fakultas syariah ini. maka kita semua akan terhindar dari kekerasan, ketidak disiplinan, hukuman, dan berbagai rintangan yang akan muncul. namun kita tetap memohon kepada Allah seraya berdoa agar kita semua terlindungi dari berbagai rintangan dan selalu mohon perlindungan-Nya Al Fatihah

Selanjutnya izinkan kami untuk membuka OPAK Fakultas Syari’ah ini dengan bersama membaca Bismillahirrahmanirrahiim.

Terima kasih. Akhirul kalam.

Wassalmu’alikum

 

MEMAHAMI MAKNA DAN DASAR SYARIAH

syariah MEMAHAMI MAKNA DAN DASAR SYARIAH
بسم الله الرحمن الرحيم ، الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله ، وعلى آله ومن ولاه

Mempelajari ilmu syari’ah adalah wajib karena sebagai orang muslim bagaimana kita mau mengerjakan ibadah bila tidak didasari dengan ilmu syari’ah. Kita sering mendengar maqolah bahwah “al amalu bila ilmin amaluhu mardudadun la yuqbalu “ amal yang dikerjakan tanpa ilmu maka amalnya akan ditolak dan tidak diterimah. bersama Dr Yusuf al-Qardhawi yang bertemakan “Syariah: Makna dan Dasarnya,”, dalam chanel al-Jazeera.

1. Ta’rif syari’ah:

ما شرعه الله لعباده من الأحكام

“Segala perkara yang Allah syariatkan kepada hambaNya, daripada hukum hakam.”

Ada di antaranya suruhan dan ada pula larangan. Ada di antaranya yang berkaitan dengan ( كيفية العمل ) ‘cara beramal’ dan dinamakan sebagai ( فرعية وعملية ) ‘cabang dan amalan.’ Ilmu yang berkaitan dengannya dinamakan sebagai ilmu fiqh, syariah dan hukum. Dan ada pula yang berkaitan dengan ( أصل العمل ) ‘dasar amalan’ dan dinamakan sebagai ( أصلية واعتقادية ) ‘usul dan pegangan.’ Ilmu yang berkiatan dengannya dinamakan sebagai ilmu kalam, tauhid atau aqidah

2. Syari’ah dan agama:

Jika berdasarkan ta’rif di atas, syariah itu sendiri adalah agama.

Namun sebahagian ulama membezakan antara penggunaan kalimah syariah kepada maksud yang lebih khusus, iaitulah hukum hakam fiqh.Sebagaimana di al-Azhar dinamakan kuliah yang menumpukan pengajian fiqh sebagai kuliah syariah, dan kuliah yang mengaji akidah dinamakan kuliah usuluddin. Syeikh Mahmud Syaltut, Syeikuhul Azhar pernah mengarang sebuah kitab bertajuk “Islam itu Aqidah dan Syariah.”

3. Kenapa Allah turunkan Syariah?

Firman Allah taala:

لقد أنزلنا رسلنا بالبينات وأنزلنا معهم الكتاب والميزان ليقوم الناس بالقسط
كتاب أنزلناه إليك لتخرج الناس من الظلمات إلى النور

Allah taala maha kaya daripada hambaNya, Dia tidak berhajat kepada sesuatu daripada hambaNya. Di dalam ayat pertama disebut: “Agar manusia menegakkan keadilan,” ayat kedua “Mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya.”

Secara ringkasnya, syariah adalah:

كل ما يهدى الناس في الحياة إلى الطريق القويم والتوازن

Setiap perkara yang menyusun kehidupan dan memandu kepada jalan yang lurus dan sistematik, itulah tugasan syariah, agar mereka mendapat kebaikan di dunia, dan di akhirat.

4. Sumber-sumber syariah:

Syariah diambil daripada dalil-dali syarak. Terdapat dua jenis dalil: pertama dalil yang disepakati. Iaitulah al-Quran yang merupakan sumber yang paling utama, kemudian sunnah, ijmak dan qias. Jenis yang kedua pula dalil yang terdapat perselisihan antara ulama seperti amalan umat terdahulu, masaleh mursalah, istihsan, uruf, istishab dan sebagainya (rujuk kitab-kitab usul fiqh) Semua sumber-sumber ini sudah memadai bagi menyelesaikan setiap permasalahan manusia.

5. Apakah perkara yang ( الثابت ) ‘tetap.”?

Perkara yang ( الثابت ) ‘tetap’ dan tidak akan berubah adalah yang berkaitan dengan akidah, ibadah yang asas, akhlak-akhlak yang utama, nilai murni dan perkara (الرذائل ) ‘yang dipandang keji’, halal dan haram, perkara-perkara yang dasar yang berkaitan dengan individu, mencari pekerjaan halal, berpakaian menutup aurat, makanan halal, hubungan antara suami isteri, kaum kerabat, hak-hak asas masyarakat, pemerintah, rakyat dan sebagainya. (Yakni perkara yang sudah diijmak dan bukan tempat ijtihad)

6. Apakah perkara ( المتغير ) ‘boleh berubah’ dan syarat-syaratnya?

Perkara yang ‘boleh berubah’ adalah selaindaripada perkara sabit.Iaitulah yang bukannya dari masalah akidah, ibadah, akhlak-akhlak utama, bukan juga dari hukum qatie yang tidak menerima sebarang perubahan, seperti masalah pewarisan harta yang sudah disebutkan secara jelas di dalam al-Quran dan hadis, kerana sudah disepakati oleh seluruh umat.Perkara sabitini tidak menerima perubahan atau ijtihad.

Perkara mutaghayyir adalah cukup banyak iaitulah segala perkara yang boleh dimasuki ijtihad.Ia dikaji di dalam ilmu fiqh dengan perbahasan yang cukup meluas. Daripada sini timbulnya perubahan fatwa. Fatwa boleh berubah mengikut 4 perkara: masa, tempat, uruf (adat setempat) dan keadaan.

Jadi di sana terdapat perkara yang boleh berubah, dan ada perkara yang tidak berubah, Iaitulah perkara yang menjadi dasar dan asas agama.

7. Perlaksanaan Syariah

Sebahagian manusia apabila mendengar kalimah undang-undang syariah terus rasa takut.Seolah-olah syariah tidak mampu memberikan keadilan.Sebenarnya syariah adalah amat bertepatan dengan nas dan akal manusia.Ia akan dilaksanakan sebagaimana dilaksanakan undang-undang biasa. Bukan bermakna apabila kita mahu melaksanakan syariah terus kita memotong tangan pencuri. Saya berpendapat perkara ini tidak akan boleh terus dilaksanakan dalam tempoh 5 tahun yang terdekat. Kita sebenarnya amat berhajat untuk mendahulukan perlaksanaan dasar, yang berkaitan dengan akidah, akhlak, ekonomi, ilmu tentang syariah.Terdapat dua juta penduduk jalanan di Mesir sekarang, yang tidak mempunyai pendidikan. Adakah apabila kita melaksanakan syariah kita terus akan memotong tangan mereka? Terlebih dahulu kita perlu mengajar mereka, memberi pemahaman, memenuhi keperluan terhadap perkerjaan, pengetahuan, dan keperluan asas.Semua ini perlu dilaksanakan sebelum dilaksanakan hudud.Bukankah Nabi memulakan dakwahnya dengan membetulkan akidah dan menanam pemahaman selama 10 tahun di Mekah.Baginda terlebih dahulu menjelaskan halal dan haram, membersihkan jiwa dan mempersiapkan manusia untuk melaksanakan syariah. Setiap pihak yang akan memegang tampuk pemerintahan amat perlu memahami perkara ini terlebih dahulu.

8. Berperingkat di dalam melaksanakan syariah

Hukum syariah banyak memberikan contoh kepada tadarruj.Contohnya pengharaman arak.Arak diharamkan menerusi beberapa peringkat di dalam beberapa ayat.Lihatlah bagaimana Allah mencipta segala perkara secara berperingkat-peringkat?pohon anak kecilIni adalah sunnah yang perlu diraikan. Bukan hudud saja syariah Islam. Tetapi banyak lagi hukum hakam syariah yang lain.

9. Siapakah yang boleh melaksanakan syariah. Negara atau umat

Sebahagian perkara syariah boleh dilaksanakan tanpa memerlukan kuasa.Contohnya makan, sembahyang, bekerja, semua perkara ini boleh dilaksanakan mengikut syariah tanpa memerlukan kepada negara.Adakah saya perlu menunggu perintah makan, baru saya makan?Tidak.Perkara berkaitan mencari rezeki yang halal mampu saya laksanakan sendiri tanpa negara.Syariah adalah semua perkara yang berkaitan dengan mukallaf, buat atau tinggalkan.Adapun perkara besar seperti hukuman hudud, hanyalah boleh dilaksanakan oleh negara. Jadi, setiap orang melaksanakan apa yang dituntut daripadanya. Tidak boleh seseorang melakukan perkara diluar bidang kuasanya.Perintah untuk melaksanakan hudud dituju kepada seluruh umat.Tetapi yang boleh melaksanakan hanyalah pemerintah. Jika pemerintah tidak melaksanakan hudud, maka semua akan berdosa. Umat dituntut untuk memastikan pemerintah melaksanakan hudud.

10. Bolehkan satu golongan melaksanakan hudud sendiri?

Tidak boleh.Tidak boleh sekumpulan manusia melaksanakan hudud sendiri.Mestilah negara yang melaksanakannya. Firman Allah taala:

يأيها الذين ءامنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم

Ulil Amri adalah ulama dalam bidang kuasanya, dan pemerintah dalam bidang kuasanya.Pemerintah perlu ditaati di dalam perkara yang Allah taala perintahkan kepadanya untuk dilaksanakan.Merekalah yang bertanggungjawab dalam perkara tersebut.Umat pula perlu membantu mereka. Jika kita menangkap pencuri, kita perlu mengajarkan dia bahawa perkara ini salah, bagaimana cara mencari rezeki.Kita tidak boleh terus memotong tangannya sebelum asas-asas ini bertapak kemas.

11. Khilaf antara mazhab

Kebanyakan hukum syariah mempunyai khilaf.Hanya sedikit sahaja yang tiada khilaf. Sesiapa yang mengkaji ilmu fiqh muqaran akan mendapati kebenaran kata-kata ini. Setengah orang mengatakan kita perlu berpegang kepada zahir nas.Tidak.Syariah mempunyai maqasid dan matlamatnya.Maqasid ini perlu diraikan.

Ibnu Taimiyah melarang orang menegah tentera Tartar minum arak. Arak diharamkan kepada kita kerana ia menyibukkan kita daripada mengingati Allah. Tetapi arak adalah lebih baik buat mereka, kerana arak menyibukkan mereka daripada membunuh.Ini adalah satu contoh pandangan terhadap maqasid. Seorang muslim perlu melihat dimanakah tarjih. Banyak pendapat bukan bermakna kita perlu mengambil semua pendapat.Tidak.Bahkan kita perlu meneliti yang manakah lebih rajih, dan mempunyai maslahah yang paling besar untuk manusia.

Kisah Ibnu Abbas, datang seorang bertanya kepadanya “Adakah pembunuh diterima taubatnya?” Ibnu Abbas melihat wajah penanya dan berkata “Pembunuh tidak diterima taubatnya.”Sahabat-sahabat beliau hairan dan bertanya kepadanya.Beliau menjawab “Aku melihat mukanya dipenuhi perasaan marah, dan dia ingin membunuh seorang mukmin.Maka aku ingin halang dia daripada membunuh.”Maka Ibnu Abbas telah menutup jalan orang tersebut daripada membunuh.Sedangkan sebelum itu beliau memberi fatwa bahawa taubat seorang pembunuh diterima Allah.

Daripada sini, para ulama berkata:

الفتوى قبل الابتلاء بالفعل غير الفتوى بعد الابتلاء بالفعل

“Fatwa sebelum sesuatu perbuatan dilakukan, adalah berbeda dengan fatwa selepas sesuatu perbuatan dilakukan.”

Kutipan artikel dari Moh Kamal bin Mansur.
Felo MANHAL PMRAM
Lihat rakaman di dalam :http://www.youtube.com/watch?v=5modTQ70vFg

HARAPAN MENDALAMI SYARI’AH

syariahSyari’ah STAIN Salatiga diharapkan bisa lebih maju dan mengembangkan nilai-nilai keislaman dengan mendalami ilmu syari’ah akan menambah wawasan dan menerapkan dalam kehidupan dalam menegakkan agama islam

PROGDI TERBARU JURUSAN SYARIAH

syariahSeiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi stain juga tidak ketinggalan meningkatkan mutu keilmuan dalam berbagai bidang, seperti jurusan syariah dengan beasiswa khususnya progdy terbaru yaitu Ilmu al qur’an dan tafsir (IAT), Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) serta Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). untuk info selengkapnya bisa hub sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru dengan alamat kampus STAIN Salatiga jl Tentara pelajar No 02 Salatiga

SEMINAR INTERNASIONAL

syariah sesuai dengan agenda kegiatan tahun 2013, Jurusan Syari’ah dan Ekonomi Islam STAIN Salatiga akan menyelenggarakan Temu Dekan dan Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam PTAIN seluruh Indonesia dan Seminar Internasional dengan tema “Politik Jihad dan Terorisme, Refleksi 12 Tahun Kajian Terorisme dan Penanggulangannya di Indonesia Pasca Tragedi 11 September Tahun 2011” yang akan dilaksanakan pada:Hari/ tanggal : Rabu – Jum’at / 10 -12 September 2013-08-16, Yang bertempat di Gedung Auditorium Kampus I STAIN Salatiga, Jl. Tentara Pelajar nomor 02 Salatiga.