Category Archives: Organisasi Mahasiswa

PELATIHAN PARALEGAL NASIONAL

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Paralegal Nasional bertema Peran Serta Paralegal dalam Pendampingan Realitas Hukum di Masyarakat di Kampus 3-IAIN Salatiga, Kota Salatiga (28/10/2017). Hadir sebagai Pemateri adalah Thalis Noor Cahyadi, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (DPP-APSI), Agus Suprianto, Direktur Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) DPP APSI, M. Hasan dan Elwindi Febrian.

Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga, Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. Sebelum membuka acara beliau sempat menyatakan bahwa Pelatihan ini sangat penting bagi kompetensi mahasiswa Fakultas Syariah, terlebih nantinya akan bermanfaat untuk memperoleh Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bagi mahasiswa yang akan wisuda. Penyandang Doktor bidang Studi Islam dari UIN Sunan Kalijaga ini juga menyatakan keinginannya bekerjasama dengan DPP APSI dengan kegiatan-kegiatan berupa pelatihan umtuk menunjang kompetensi mahasiswa hingga Pendidikan Profesi Advokat Bagi lulusan sarjana Fakultas Syariah IAIN Salatiga.

Ketua Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Sukron Ma’mun, S.H.I., M.Si. memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terselanggaranya Pelatihan Paralegal Nasional ini, karena menurutnya acara seperti ini sangat dibutuhkan bagi mahasiswa Fakultas Syariah yang nantinya akan bergelar Sarjana Hukum (SH), guna memperkuat kemampuan mahasiswa dalam bidang hukum khususnya Advokasi Syariah.

Dalam pelatihan Paralegal Nasional ini diikuti lebih dari seratus mahasiswa dari Fakultas Syariah IAIN Salatiga dan Mahasiswa Fakultas Syariah dari berbagai kampus di wilayah Jawa Tengah, dengan materi-materi advokasi, mediasi sosial, teknik pendampingan perkara pidana, teknik penyelesaian perkara perdata serta materi lainnya.

“Acara tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam serta pembekalan kepada mahasiswa Fakultas Syariah dalam menghadapi realitas dalam masyarakat”, ujar ketua panitia Andika Amrul Khaq Ais.

Sementara Ketua HMJ Hukum Keluarga Islam (HKI), Budiyono menyatakan bahwa acara tersebut merupakan salah satu program kerja andalan yang dapat menjadi penyumbang kebutuhan ilmu dan pengalaman bagi mahasiswa Fakultas Syariah yang mungkin tidak didapatkan di kelas-kelas perkuliahan. Selanjutnya ia juga berharap acara semacam ini dapat diselenggarakan kembali di tahun-tahun yang akan berikutnya.

 

 

SEMINAR NASIONAL BERSAMA KOMISI PEMILIHAN UMUM RI

SEMINAR NASIONAL BERSAMA KOMISI PEMILIHAN UMUM RI

Salatiga, 16 September 2017 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga telah mengadakan acara Seminar Nasional dengan tema “Menakar Untung Rugi Pemilu Serentak Tahun 2019 untuk Mewujudkan Demokrasi Indonesia di Masa Depan” di Auditorium Aula Kampus 1 IAIN Salatiga Jl. Tentara Pelajar No.2 Salatiga.

Dihadiri oleh sekitar 450 Mahasiswa IAIN Salatiga dan Non IAIN Salatiga. Wakil Dekan 1 Fakultas Ushuludin Adab dan Humainiora, Wakil Dekan 1 Fakultas Syari’ah, Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah, Dosen IAIN Salatiga, Civitas Akademika Fakultas Syari’ah,. Serta dihadiri oleh Ketua KPU Kota Salatiga beserta Anggotanya. Pemateri pada Seminar Nasional tahun ini berasal dari KPU RI yakni Bapak Pramono Ubaid Tanthowi, S.Ag., M.A. pemateri yang kedua Kornas JPPR (Jaringan) yakni Bapak Sunanto, S.H.I. dan pemateri yang ketiga berasal dari Akademisi yakni Bapak Farkhani, S.H., S.H.I., M.H. yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Hukum Tata Negara Islam. Dengan Moderator Muhammad Choirul Huda, M.H. (Dosen HTNI IAIN Salatiga).

Acara Seminar Nasional dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Syari’ah, Dr. Zumrotun, M.Ag. dan diakhiri dengan pembacaan do’a oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora. Acara seminar nasional juga dimeriahkan oleh UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) SMC (Student Music Club) yang menyanyikan Indonesia Raya Beserta Hymne IAIN Salatiga sekaligus lagu yang dibawakan oleh Tulus yang berjudul “Pamit”.

Acara seminar nasional ini termasuk bagian dari salah satu program kerja himpunan mahasiswa program studi hukum tata negara, yang diharapkan dengan diadakannya seminar nasional ini mahasiswa khususnya program studi hukum tata negara dan pada umumnya mahasiswa non hukum tata negara bisa memahami arti pentingnya pembelajaran dalam pemilu serentak besok pada tahun 2019. Selain juga memberikan gagasan pengetahuan akan demokrasi Indonesia yang lebih baik untuk masa mendatang. Sahut Ketua HMJ HTNI Edi Prabowo.

Pramono Ubaid Thantowi, selaku pemateri dari KPU RI mengatakan “Ketika daerah pemilihan luas maka berimplikasi pada keuntungan partai partai kecil, sedangkan jika dapilnya sempit maka implikasi daripada partai besar akan mendominasi”. Pemilu serentak tahun 2019 nanti bukannya menghemat anggaran negara akan tetapi sahut Sunanto selaku Kornas JPPR mengatakan KPU RI meminta dana yang justru lebih banyak katimbang pemilu pemuli sebelumnya yang notabannya tidak serentak. Dan pemateri ketiga yakni, Farkhani menambahkan “Pemilu serentak dan pemilu sebelumnya sama halnya tidak ada bedanya ketika moral politiknya masih sama dengan moral moral politik sebelumnya.”

Seminar Nasional ini diharapkan dapat memberi kemanfaatan dan inspirasi bagi mahasiswa dan mahasiswi yang merupakan calon-calon pemilih dalam pemilu besok tahun 2019 untuk bisa memilah pilihan terbaik dari calon pemimpin nantinya dan agar dapat diaplikasikan dalam diri sendiri maupun orang banyak dikemudian hari.

OPAK MAHASISWA BARU FAKULTAS SYARI’AH

Salatiga- Dalam rangka menyambut mahasiswa baru, Fakultas Syariah memberikan wadah Orientasi Pengenalan Akademik Kemahasiswaan (OPAK) dengan beberapa aspek untuk disampaikan yang harus diketahui mahasiswa baru Syari’ah. OPAK juga diisi beberapa acara penyaringan bakat kompetensi mahasiswa baru seperti: Lomba membaca kitab kuning, Lomba Qiro’, Lomba debat dan beberapa lomba lainnya. Harapan dari acara tersebut, fakultas syariah pada khususnya ingin menyaring bakat yang perlu rangkul agar kedepan bisa menjadi mahasiswa syariah yang membanggakan dengan kompetensi yang dimiliki.

Salah satu mahasiswa peserta lomba membaca kitab kuning pun mengakui acara ini bermanfaat sekali untuk membangun motivasi-motivasi mahasiswa berpacu dalam kompetisi akademik. Fakultas Syariah pun menaruh harapan kepada mahasiswa-mahasiswa agar bisa menjadi pemimpin masa depan yang memiliki bakat kemahiran dan kompetensi yang multi talenta untuk bisa membanggakan Negara Indonesia pada umumnya dan untuk Fakultas Syariah khusunya.