Category Archives: Berita

Launching Pusat Studi Ilmu Falak Indonesia (PUSIFA) Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

Pembukaan PUSIFA Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

Salatiga- Berdirinya PUSIFA di Fakultas Syari’ah dilatar belakangi kegelisahan-kegelisahan masyarakat yang ada di Indonesia pada umumnya dan salatiga pada khususnya, karena ilmu falak adalah ilmu yang sangat unik dan besar manfaatnya yang pantas untuk selalu didalami selalu dipahami dan dikaji terkait dengan perkembangan-perkembanganterutama hukum di Indonesia. Erat kaitannya Ilmu Falak dengan hukum, Kenapa? karena semua amaliah yang kita lakukan dari kapan kita sholat, kapan sholat itu berakhir, menghadap kemana, kemudian kapan kita harus puasa dan berbuka itu semua tergantung pada pakar-pakar ilmu falak, tutur Dekan F. Syariah Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. dalam sambutannya sekaligus meresmikan pembukaan PUSIFA di Aula, Jum’at/ 11-10-2019.

Zumrotun menambahkan, bahwa salah satu kompetensi utama alumni F. Syariah adalah menjadi hakim. kalau mahasiswa tidak ahli ilmu falak jangan mengharap untuk mudah diterima menjadi hakim. Karena salah satu tugas hakim adalah menyumpah, menetapkan kapan datangnya 1 syawal, kapan datangnya 1 muharom dan seterusnya.

Inisiator berdirinya PUSIFA yaitu Rifa Jamaluddin, S.H.I., M.H.I. menerangkan betapa penting adanya PUSIFA. dari internal sendiri bisa bermanfaat menumbuhkan live skill pada mahasiswa syari’ah supaya tidak hanya memiliki skill dalam hukum, namun juga memiliki skill untuk bisa membuat jadwal waktu shalat, puasa dan sebagainya.

Rifa menyampaikan pula manfaat eksternal berdirinya PUSIFA, yaitu dapat memberikan informasi kepada instansi-instansi yang ada di Indonesia, baik lembaga pendidikan maupun universitas. Bahkan di Dunia internasional bisa mengetahui bahwa di F. Syari’ah terdapat study ilmu falak.

Tidak cukup itu, Rifa memberikan pemaparan bahwa kedepannya PUSIFA diharapkan bisa menjadi tempat untuk bisa belajar ilmu falak yang lebih mendalam.

(H4R)

Batasan Usia Nikah dalam Undang-undang Perkawinan di Indonesia

Salatiga-Undang-undang perkawinan yang dibuat oleh negara dan pemerintah, memiliki tanggung jawab dan kepentingan besar dalam mengawal dan mengarahkan masyarakat agar tersetruktur dengan baik. Seperti halnnya dengan Pasal 7 UU No.1 Tahun 1974 yang mengatur tentang Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun.

Melihat UU tersebut, ketika warga yang ingin melakukan pernikahan belum mencapai batas minimal usia yang diizinkan oleh UU perkawinan, maka dia harus mengajukan dispensasi kawin ke Pengadilan Agama sesuai aturan dalam pasal 63 UU NO.1 Tahun 1974.

Begitu menariknya ketentuan tersebut, Jum’at (11-10-2019) di Aulia gedung Fakultas Syari’ah mengadakan acara kuliah tamu dengan tema “Batasan Usia Nikah dalam UU perkawinan di Indonesia” dengan nara sumber Prof. Dr. Euis Nurlailawati, M.A. (Dosen Ilmu Hukum UIN Sunan Kali Jaga Jogjakarta).

Dalam acara ini, Euis memaparkan bahwa “ketentuan usia nikah dalam UU yang kita punya untuk konteks di Indonesia sudah baik. Tapi kalau kita mengikuti perkembangan pada masyarakat, dalam memahami ketentuan ini dan memahami dispensasinya masih sempit. Artinya ketentuan dispensasi perkawinan yang lebih mereka ikuti.

Euis berharap melalui acara ini, mahasiswa dapat memahami ketentuan perkawinana dengan baik dan bisa menjadikan topik ini sebagai topik yang menarik untuk dikaji bukan hanya melekat pada praktek nikah di bawah umur tapi isu-isu yang terkait dengan ketentuan tersebut. Kaitannya dengan konvensi hak anak yaitu untuk perlindungan anak dan lain-lain.

(H4R)

Peran Ulama dalam Konstelasi Politik Indonesia di Era Milenial

Kuliah tamu F. Syariah IAIN Salatiga, 10-10-2019

Salatiga-Pesta demokrasi yang belum lama berlangsung masih hangat sekali diingatan masyarakat indonesia, hiruk pikuk dan atmosfir perpolitikan semakin hari mengarah dan merangkul para ulama besar untuk berlomba-lomba menarik masa yang banyak.

Atmosfir politik saat ini sebenarnya bukan menjadi hal yang baru, Ahmad Yani memaparkan peran ulama sebelum kemerdekaan. Para ulama pada saat itu sudah sadar betul akan pentingnya sebuah negara. maka tahun 1940-an dikalangana ulama-ulama Nahdatul Ulama berkumpul 11 Kyai untuk membicarakan siapa yang pantas untuk menjadi persiden. Bahsul masail dan diskusi serta pertapaan-pertapaan dilakukan, sampai pada tahap diambilnya voting dengan disaring dua nama yaitu Ir. Soekarno dan Muh. hatta untuk menjadi calon kuat pemimpin negara. Para Ulama sudah menakar kemampuan kepemimpinan dan bagaimana pemahaman keagamaan mereka. Para Ulama sepakat memberikan penilaian bahwa pemahaman keagamaan Muh. Hatta lebih baik. Namun setelah dibacakan hasil voting, 10 ulama memilih Ir. Soekarno dan hanya satu ulama yang memilih Muh. Hatta. Situasi ini mengagetkan, ternyata para ulama memiliki alasan kuat dimana pertimbangannya adalah karena Soekarno suku jawa (yang pada dahulu kala menjadi suku yang bisa merangkul seluruh suku). Kesimpulannya para ulama juga mempertimbangkan kemaslahatan umat. Sehingga melalui peristiwa tersebut, Yani pun menegaskan bahwa kemerdekaan dan terbentuknya negara Indonesia memiliki benang merah dengan andil besar para ulama sebelum kemerdekaan.

Pentingnya mengetahui peran ulama dalam kancah perpolitikan bagi para mahasiswa, Fakultas Syariah menggelar acara kuliah tamu dengan mendatangkan dosen pakar ilmu Hukum Tata Negara (HTN) Dr. Ahmad yani Anshori, M.Ag dari UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta dengan tema “Peran Ulama dalam Konstelasi Politik Indonesia di Era Milenial” (Aula-Kamis/10-10-2019). Ketua Program Studi HTN F. Syariah Farkhani, S.H., S.H.I., M.H. berharap melalui acara tersebut, para mahasiswa mengetahui seberapa penting urgensi peran ulama didalam konstelasi perpolitikan di Indonesia. Membawa dampak positif pada Islam dan umat Islam atau sebaliknya akan menggerus atau hanya dijadikan sebagai penarik agar terpilih saja. Kemudian perannya disingkirkan atau tidak dikasih peran.

Dr. Hj. Siti Zumrotun, M.Ag. selaku Dekan F. Syari’ah membuka acara kuliah tamu Prodi HTN dengan berharap besar sekali para mahasiswa HTN yang memiliki kompetensi umum dan syari’ah bisa berkompitisi saat kelak lulus.

(H4R)

F. Syari’ah IAIN Salatiga Tandatangani MoU dengan KPU DIY

Yogyakarta 09/10/19-Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta menandatangani Perjanjian Kerjasama terkait pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Aula KPU DIY, Rabu (9/10/2019).

Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga, Dr. Siti Zumrotun, M.Ag menyambut baik kerjasama ini, sebab kampus yang dibesutnya’ menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari KPU untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam demokrasi khususnya dalam pemilu dan peningkatan SDM. Ia menyampaikan, sejumlah program akan dilaksanakan yang mencakup bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang juga merupakan pilar tridharma perguruan tinggi, tentunya dalam mendorong kualitas demokrasi yang semakin baik dan agar segenap mahasiswa dan lulusan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga mampu berinteraksi dan berkiprah di masyarakat dalam upayanya pemberdayaan sosial politik.


“Diharapkan melalui kerjasama ini dapat menjadi wadah wawasan bagi mahasiswa untuk  menghasilkan penyelenggaraan pemilu profesional dan kampus ikut berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat, termasuk mahasiswa IAIN Salatiga akan ikut terlibat dalam bentuk penelitian, praktikum dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tematik terkait kepemiluan,” terangnya.

Hamdan selaku Ketua KPU Provinsi DIY, menyambut baik dengan adanya MoU tersebut. Karena dalam upayanya sosialisasi masyarakat ada pihak Perguruan Tinggi yang peduli dengan pendidikan politik dan demokrasi. Diharapkan dengan adanya MoU yang telah ditandatangani kedua belah pihak akan mampu meningkatkan partisipasi pemilih dan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia sehingga agenda 5 tahunan demokrasi baik pilkada maupun pileg dan pilpres dapat berjalan dengan baik, transparan, berintegritas dan berkualitas.

Sementara, Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan menyampaikan, KPU dalam meningkatkan kualitas penyelenggara pemilu yang memiliki tantangan dan beban yang besar, menurutnya salah satu upaya yang bisa dilakukan, melalui kerjasama dengan berbagai pihak, IAIN Salatiga disebutnya diharapkan bisa menjadi bagian dalam meningkatkan kualitas pemilu.

”Salah satu upaya yang dapat menghasilkan penyelenggara pemilu berkualitas melalui sosialisasi dan pendidikan, kita yakin Perjanjian Kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas pemilu,” jelasnya.

Agenda penandatanganan MoU sendiri merupakan rangkaian dari KPU DIY Goes to Campus yakni melakukan dialog kepemiluan.

Kementerian Perdagangan RI Tawarkan Pelatihan Digital Marketing Kepada 1000 Mahasiswa F. Syariah

Kementerian perdagangan menerima kunjungan study oleh mahasiswa fakultas Syariah IAIN Salatiga (26-09-2019).

Jakarta- Tiga mandat presiden kepada Kementerian Perdagangan: Menjaga ketersedian dan stabilisasi harga bahan pokok dan barang penting serta mengutamakan penyerapan produksi dalam negeri, meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan, membangun dan merevitaisasi pasar rakyat. Mandat tersebut dipaparkan oleh Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Budi Santoso di ruang pertemuan Anggrek lantai 12 dalam acara penerimaan kunjungan mahasiswa fakultas syariah IAIN Salatiga (Kamis, 26-09-2019).

Tawaran pelatihan digital marketing dari humas kemendagri oleh Tomi, cukup menarik perhatian mahasiswa F. Syariah. Harapannya mahasiswa memiliki kreatif pada zaman milenial ini agar bisa menjadi bekal hidup mereka kelak, imbuh tomi.

Kemendagri pun memiliki agenda yang setiap tahunnya memberikan pelatihan-pelatihan untuk membekali kreatif mahasiswa di seluruh indonesia. Tawaran tersebut disambut dengan cepat oleh Wakil Dekan bidang Akademik Dr. Ilyya Muhsin, M.Si. agar bisa masuk dalam agenda kunjungan tahun depan di F. Syariah.

By. Hijri

Peluang Lebar Ditawarkan Mahkamah Agung (MA) RI Bagi Mahasiswa IAIN Salatiga


Jakarta- Mahasiswa Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga sebanyak 175 yang terdiri dari tiga prodi melakukan kunjungan studi di MA RI (25-09-2019). Kunjungan tersebut diterima oleh Panitera Muda Perdata Agama Dr. Abdul Ghoni, S.H., M.H. di ruang rapat Wirjono lantai 2 Gedung MA.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Ilyya Muhsin, M.Si. memaparkan maksud dan tujuan kunjungan Fakultas Syariah Mahasiswa memahami dari dekat profil lembaga MA RI, tata cara untuk menjadi pegawai, pimpinan dan majelis hakim MA RI, kedudukan MA RI dalam sistem tata negara Indonesia, kode etik MA RI, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) MA, dasar pertimbangan yuridis maupun non-yuridis yang digunakan dalam proses putusan kasasi, mekanisme pengawasan hakim-hakim oleh MA, kendala-kendala yang dihadapi oleh MA RI dalam membina hakim dan membersihkan mafia peradilan dan mahasiswa mengetahui peran MA dalam memberantas mafia peradilan serta mengetahui peluang-peluang kerjasama yang dapat dilakukan antara MA RI dengan IAIN Salatiga khususnya Fakultas Syari’ah.

Abdul menyambut baik kunjungan Fakultas Syari’ah ke MA RI dan memberikan contoh nyata bahwa lulusan perguruan tinggi seperti beliau yang menjadi lulusan IAIN Suna Kalijaga Jogjakarta pun bisa bergabung menjadi panitera di MA RI. Lanjutnya, abdul menjelaskan bahwa kebutuhan perekutan CPNS hakim yang belum lama berlalu masih menyisakan banyak lowongan. Karena dari pendaftar sebanyak 35.000 dari 655 formasi masih jauh dari terpenuhi. Rata-rata kasus kegagalan mereka dari kurangnya kompetensi membaca kitab kuning yang menjadi sarat mutlak untuk menjadi hakim Pengadilan Agama. Melihat itu imbuhnya, perlu adanya konsentrasi untuk membekali mahasiswa kemampuan membaca kitab kuning dan juga tidak kalah penting adanya pelatihan CAT.

Sesungguhnya lanjut abdul, pembekalan dan pelatihan tersebut menjadi jurus terkuat dalam menyongsong masih banyaknya peluang untuk lulusan IAIN Salatiga menjadi hakim maupun panitera di lingkungan MA RI. Lebih diperjelas olehnya, untuk formasi hakim diperkirakan masih kurang 4000an, sudah menjadi peluang yang sangat besar melihat kebutuhan tersebut. Paparan tersebut menjawab pertanyaan yang di lontarkan mahasiswa fakultas syariah oleh Khasan Alimuddin (Ketua Dewan Mahasiswa Fakultas).

Acara kunjungan ditutup dengan tawaran fakultas syariah yang diterima MA RI dengan sebaik-baiknya dan agar segera memberikan proposal bentuk kerjasama yang diinginkan.

By: Hijri

Fakultas Syariah IAIN Salatiga Dorong Peningkatan Kualitas Diri Pada Alumni dan Wisudawan/Wisudawati periode IX

Pelepasan Wisudawan/Wisudawati ke-9 Fakultas Syari’ah

Salatiga-Sebanyak 36 wisudawan ikuti pelepasan wisudawan/wisudawati angkatan IX yang di selenggarakan oleh Fakultas Syariah IAIN Salatiga pada 19/06/2019 di gedung auditorium Fakultas Syariah IAIN Salatiga.

Dalam sambutannya Dr.Siti Zumrotun, M.Ag sebagai dekan fakultas Syariah menyampaikan rasa bangga kepada wisudawan yang telah mampu melalui proses yang dilalui, sehingga ia berpesan bahwa belajar ditingkat perguruan tingga adalah sebagai gerbang untuk masuk dalam proses belajar yang sebenarnya, sehingga teruslah belajar dan jangan pernah berhenti meningkatkan kualitas diri mengingat dalam persaingan yang trend hari ini sebagai industri 4.0.

Dalam acara tersebut juga ada penyerahan penghargaan bagi Wisudawan berprestasi akademik dan non akademik:

  1. Wisudawan berprestasi bidang akademik: Mardiyah, S.H. dengan IPK 3.65 dari program Studi HES.
  2. Wisudawan berprestasi non akademik: Rangga Ajimas Santoso, S.H. program studi HES, atas prestasinya:
    a. Ketua Dewan Mahasiswa Institut tahun 2018
    b. Peserta student mobility dari kementerian agama RI tahun 2018, dengan kampus tujuan:
  • Universitas Selangor Malaysia
  • Universitas Kebangsaan Malaysia
  • Institut al-Zuhri Singapura
  • Universitas Patani Thailand.

Rangga Ajimas Santoso. SH sebagai perwakilan wisudawan menyampaikan banyak terimakasih kepada Sivitas Akademik Fakultas Syariah IAIN Salatiga yang telah membimbing selama menjadi mahasiswa, dan tidak berhenti sampai disini ia juga selalu mohon bimbingan kepada seluruh dosen fakultas syariah supaya kedepan ia mampu mengemban amanah sebagai sarjana hukum yang mampu bermanfaat untuk hukum dinegara kita. (N.Jamal)

Alumni Pendidikan Advokad Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga Ikuti Sumpah Profesi di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah

Semarang- Setelah mengikuti Pendidikan Profesi Advokat dan Ujian Profesi Advokat yang di laksanakan oleh APSI (Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia) bekerja sama dengan IAIN Salatiga, 22 Advokad APSI dilantik dan disumpah di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, Kamis (13/6/2019).

Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah ibu  Dr. Hj. Sri Sutatiek, S.H., M.Hum saat memimpin acara dalam sambutanya mengatakan, “Untuk mencapai profesi advokat tidak mudah, namun perlu integritas dan kapasitas untuk bisa lulus dalam profesi ini, serta bisa mengemban tugas untuk menegakkan keadilan hukum dan menjunjung tinggi profesi advokat yang terhormat serta profesional dan bermartabat,”unkapnya.

Sementara, Arif maulana.SH sebagai Alumni Fakultas Syariah IAIN Salatiga Saat di temui harian7.com mengungkapkan, ia mengaku sangat berterimakasih kepada Fakultas Syariah IAIN Salatiga yang sudah mengantarkan ia menjadi sarjana sampai resmi menjadi Advokat.

“Saya berterimakasih kepada FS yang telah mengantarkan saya hingga saat ini menjadi seorang Advokad,”ucapnya.

Arief  berharap pelaksanaan pendidikan Profesi Advokat di Fakultas Syariah IAIN Salatiga tetap bisa dilaksanakan setiap tahunnya. “Mari untuk seluruh alumni Fakultas Syariah yang mempunyai jiwa penolong untuk bergabung melalui Pendidikan Profesi Advokat APSI yang setiap tahunnya diselenggarakan di Fakultas Syariah IAIN Salatiga,”ajaknya.

Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga Dr.Siti Zumrotun, M.Ag. ketika di konfirmasi Harian7 mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya para alumni fakultas syari’ah IAIN Salatiga. Hal ini menjadi starting points bagi para sarjana hukum fakultas syari’ah untuk menuju supremasi hukum yg berkeadilan Kami berharap semoga para lawyer ini benar-benar membantu masyarakat pencari keadilan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai syari’ah dan hukum yang berkeindonesiaan. Serta menjunjung tinggi martabat kemanusiaan serta mampu mensosialisasikan fakultas syari’ah khususnya dan IAIN SALATIGA pada umumnya.

“Advokat Syari’ah dituntut untuk memiliki nilai lebih karena mampu mengkompensasikan nilai hukum Islam yg rahmatan Lil ‘alamiin serta hukum yg berlaku di NKRI tercinta ini, serta harapan selanjutnya semoga fakultas syari’ah IAIN SALATIGA bisa membuka pendidikan advokat syari’ah untuk para alumni,”tuturnya.

Terpisah, Nurrun Jamaludin, SHI.,MHI.,CM.,SHEL sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang APSI Salatiga menyampaikan sebagai panitia penyelenggara Pendidikan Profesi Advokat, Ujian Profesi Advokat dan Pengambilan Sumpah/Janji Advokat APSI, berharap semoga seluruh Alumni IAIN Salatiga yang telah di Sumpah Profesi Advokat oleh Pengadilan Tinggi Jawa Tengah bisa Amanah dan Jujur dalam mengemban profesi advokat sebagai salah satu penegak hukum yang berkeadilan ini.

“Saya berharap bisa mengikuti pendidikan lanjutan oleh APSI yang mempunyai kelebihan di bidang Ekonomi Syariah dengan pelatihan Sertified Sharia Economic Lawyer (SHEl) serta selalu berharap menjaga marwah organisasi,”.(Oleh: Atokilah)

Sumber: APSI Salatiga

Rektor resmi lantik Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

pelantikan pejabat baru di lingkungan IAIN Salatiga

IAIN Salatiga- Dr. Siti Zumrotun resmi kembali lagi dipercaya untuk mengemban amanah menjadi Dekan Fakultas Syari’ah masa jabatan 2019-2023, setelah beliau resmi dilantik oleh rektor IAIN Salatiga Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag. pada Jum’at, 10-05-2019.

Turut hadir diantaranya Guru Besar, Dosen dan Karyawan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag. mengajak untuk melanjutkan capaian kepemimpinan sebelumnya yang merupakan tugas bagi pejabat baru.

Rektor memberikan pesan untuk Dekan Fakultas Syari’ah agar menatap masa depan dalam menuju cita-cita sivitas akademika IAIN Salatiga untuk beralih status menjadi Universitas Negeri. Selain itu, Rektor juga berpesan untuk selalu bersama di dalam kebersamaan, karena hanya dengan kebersamaan kita bisa merajut setiap kekuatan, dalam mencapai tujuan dan kemajuan.

Sadar akan tantangan untuk melanjutkan tugas dan cita-cita dari periode kemarin sudah menunggu. Pelantikan kemarin menjadi momen untuk awal memulai kembali membangun semangat untuk menuju visi dan misi fakultas Syari’ah IAIN Salatiga, Ujar Dekan.

Free From Corruption Strategi Pembebasan dari Jaringan Korupsi di Tahun Pemilu

Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga menggelar seminar nasional yang bertajuk “Free From Corruption Strategi Pembebasan dari Jaringan Korupsi di Tahun Pemilu,”yang digelar di Aula Kampus II IAIN Salatiga, Rabu (26/02/2019) kemarin.

Dalam acara tersebut hadir sebagai pemateri, yakni Guntur Kusmeiyono (Kasatgas Politik Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat), dan R. Moch. Zainurrohman (Pusat Kajian Anti Korupsi).

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Dr. H. Waluyo, M. Ag. Saat membuka acara dalam sambutanya ia mengatakan, “Terdapat tiga hal penting yang dapat kita lakukan dalam memberantas korupsi yaitu nilai optimisme, komitmen dan sinergitas,”ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Siti Zumrotun, M. Ag., dalam sambutanya mengatakan tahun 2019 adalah tahun yang penting bagi masyarakat Indonesia. Sebab ditahun ini akan dilaksanakan pesta demokrasi.

“Tidak hanya memilih para calon legislatif tetapi kita juga akan memilih Capres dan Cawapres. Dan dengan panasnya musim pemilu ini dikhawatirkan mereka menggunakan material politik,” kata wanita lulusan Uinsuka tersebut.

Guntur Guntur Kusmeiyono selaku pemateri, sebagai pematik pertama mengungkapkan,”Bahwa kami ingin mencetak negarawan. Sebab negarawan berfikir tentang masa depan bangsa sedangkan politikus tidak,”ucapnya.
Sedangkan pemateri kedua, Zainurrohman menandaskan,”Bahwa Indonesia masih sejajar dengan Negara Afrika seperti Zimbawe dalam pendapatan perkapita,” tandasnya.

Dari pantauan harian7.com, acara tersebut di hadiri para Mahasiswa dan partai politik di Salatiga serta sejumlah organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pencegahan korupsi, diantaranya LAPK SIDAK dan LSM ICI Jawa Tengah dan lainya. Selama acara berlangsung juga di beri kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada nara sumber. (Nurrun Jamaludin)