Category Archives: Berita

Dua Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga Sabet Juara II POM Jateng.

Dua Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Salatiga raih juara dua dalam ajang kejuaraan Pencak Silat Pekan Olah Raga Mahasiswa (POM) tingkat Jawa Tengah di UNISBANK Semarang, pada 19-21 April 2019.

Adapun dua mahasiswa yang berhasil raih juara dua yakni, Andri dan Muhamad Arwani. Keduanya merupakan mahasiswa Program Studi Hukum Tatanegara.

Dr. Ilya Muhsin M.Si selaku wakil Dekan mengatakan bersyukur atas kemenangan kedua mahasiswa tersebut, dengan harapan bisa menginspirasi dan memotifasi mahasiswa Fakultas Syariah lainnya.

“Kita bersyukur atas prestasi kedua mahasiswa tersebut mas semoga keduanya dapat menginspirasi mahasiswa syariah lainnya dan mahasiswa iain pada umumnya” terangnya.

Ilya menambahkan atas prestasi tersebut diharapkan dapat menjadikan contoh sebagai pendorong semangat kepada Hermanto salah satu mahasiswa semester dua Prodi Hukum Keluarga Islam yang akan mengikuti pertandingan pencak silat tingkat Jateng 2 di Kendal pada Rabu (1/5/2019) mendatang.

” Atas prestasi yang diraih dua mahasiswa pada pertandingan tingkat jateng 1 semoga dapat dijadikan contoh dan motifasi Hermanto, sehingga diharapkan dia juga dapat meraih juara,” tambahnya.

Lebih lanjut Ilya mengungkapkan, selain dua mahasiswa yang meraih juara dua pada kejuaran pencak silat tingkat Jateng 1 dan satu mahawasiwa yang akan mengikuti kejuaraan pencak silat tinggkat Jateng 2 pada bulan Mei mendatang, juga satu mahasiswa dari Progam Studi Hukum Ekonomi Syariah yakni Nadia Tanjung akan mengikuti World Muslim Conference IIUM di Malysia.

“Semoga pada konferensi yang akan di gelar para tanggal 10 Mei sampai dengan 12 Mei, Saudari Nadia Tanjung dapat terpilih menjadi duta perdamaian muslim, seperti kita ketahui ia saat ini sudah menjadi duta Museum Jawa Tengah,”pungkasnya.(Nurrun Jamaludin) berita ini juga dimuat di http://www.harian7.com/2019/04/dua-mahasiswa-fs-iain-salatiga-raih.html

Free From Corruption Strategi Pembebasan dari Jaringan Korupsi di Tahun Pemilu

Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga menggelar seminar nasional yang bertajuk “Free From Corruption Strategi Pembebasan dari Jaringan Korupsi di Tahun Pemilu,”yang digelar di Aula Kampus II IAIN Salatiga, Rabu (26/02/2019) kemarin.

Dalam acara tersebut hadir sebagai pemateri, yakni Guntur Kusmeiyono (Kasatgas Politik Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat), dan R. Moch. Zainurrohman (Pusat Kajian Anti Korupsi).

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Dr. H. Waluyo, M. Ag. Saat membuka acara dalam sambutanya ia mengatakan, “Terdapat tiga hal penting yang dapat kita lakukan dalam memberantas korupsi yaitu nilai optimisme, komitmen dan sinergitas,”ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Siti Zumrotun, M. Ag., dalam sambutanya mengatakan tahun 2019 adalah tahun yang penting bagi masyarakat Indonesia. Sebab ditahun ini akan dilaksanakan pesta demokrasi.

“Tidak hanya memilih para calon legislatif tetapi kita juga akan memilih Capres dan Cawapres. Dan dengan panasnya musim pemilu ini dikhawatirkan mereka menggunakan material politik,” kata wanita lulusan Uinsuka tersebut.

Guntur Guntur Kusmeiyono selaku pemateri, sebagai pematik pertama mengungkapkan,”Bahwa kami ingin mencetak negarawan. Sebab negarawan berfikir tentang masa depan bangsa sedangkan politikus tidak,”ucapnya.
Sedangkan pemateri kedua, Zainurrohman menandaskan,”Bahwa Indonesia masih sejajar dengan Negara Afrika seperti Zimbawe dalam pendapatan perkapita,” tandasnya.

Dari pantauan harian7.com, acara tersebut di hadiri para Mahasiswa dan partai politik di Salatiga serta sejumlah organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pencegahan korupsi, diantaranya LAPK SIDAK dan LSM ICI Jawa Tengah dan lainya. Selama acara berlangsung juga di beri kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada nara sumber. (Nurrun Jamaludin)

PEMBERITAHUAN PELAKSANAAN PENDATAAN KARTU JAKARTA MAHASISWA UNGGUL

Sehubungan  dengan   pelaksanaan pendataan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap 1    Tahun 2019 yang dimulai pada tanggal 19 Februari sampai dengan 19 Maret 2019,  maka saya mohon perkenan Bapak/lbu untuk memberitahukan kepada mahasiswa yang berasal dari DKI Jakarta yang belum terdaftar di KJMU dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. 1. memiliki Kartu Tanda Penduduk dengan alamat di wilayah  Provinsi   OKI Jakarta;
  2. 2. telah dinyatakan lulus dari pendidikan menengah pada Satuan Pendidikan negeri/swasta di wilayah Provinsi OKI Jakarta paling lama satu tahun (tahun lulus 2017 dan 2018);
  1. berasal dari Keluarga Tidak Mampu;
  2. posisi perkuliahan di semester 2
  3. 5. tidak   menerima   beasiswa/bantuan   pendidikan   yang   bersumber   dari anggaran pendapatan dan belanja negara atau sumber lain yang sah.

Dengan hal tersebut,  mahasiswa yang memenuhi persyaratan KJMU untuk segera mendaftarkan diri ke sekolah asalnya masing-masing.

 

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/lbu,  saya ucapkan terima kasih.

 

 

 

 

Tembusan:

  1. Kepala  BiroTata  Pemerintahan  Setda Provinsi OKI Jakarta
  2. Kepala Biro Pendidikan  Mental dan Spiritual Setda Provinsi OKI Jakarta
  3. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi OKI Jakarta
  4. Wakil Kepala Oinas Pendidikan Provinsi OKI Jakarta
  5. Sekretaris Oinas Pendidikan Provinsi OKI Jakarta
  6. Kepala Bidang SMP dan SMA Dinas Pendidikan Provinsi  OKI Jakarta
  7. Kepala Bidang SMK Oinas Pendidikan Provinsi OKI Jakarta
  8. Para Kepala Suku Oinas Pendidikan Wilayah I  dan II  Kota Administrasi
  9. Kepala Suku  Oinas Pendidikan Kabupaten Administrasi  Kepulauan Seribu
  10. Para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Adiministrasi
  11. Kepala UPT Pusdatikomdik Oinas Pendidikan  Provinsi OKI Jakarta

Fakultas Syariah Ikuti Workshop Media Online

 

 

 

 

 

IAIN Salatiga menggelar kegiatan “Workshop Pengelolaan Media Online”. Acara tersebut dilaksanakan pada hari kamis, 23 agustus 2018 di perpustakaan kampus tiga IAIN Salatiga.

Tepat pada pukul 08.00 acara tersebut  secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II bidang administrasi keuangan.

Edi prayitno pemateri dari wartawan Liputan6.com memaparkan materi tentang pentingnya menulis. Dimulai dari cerita beliau saat pertama kali menjajaki dunia kepenulisan.

Menulis opini itu tdak pernah salah jangan takut dibully, bullyan hanya akan menguatkan batin kita,” ungkap Edi saat memberikan suntikan semangat pada peserta.

Bercerita yang benar dimulai dari berfikir yang benar. Jika hal tersebut telah dilakukan maka akan membuat apapun pasti benar,” Lanjut Edi.

Peserta sangat antusias terlihat banyaknya pertanyaan yang diajukan.

Acara tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa IAIN Salatiga. Dengan diadakanya kegiatan tersebut diharapkan peserta nantinya ikut berkontribusi dalam pengelolaan media online IAIN Salatiga. (Saiful)

 

 

 

Tingkatkan Mutu Profesi Advokat APSI Jateng Gandeng Fakultas Syari’ah IAIN salatiga

 

 

 

 

 

 

 

Dalam rangka mendorong serta meningkatkan kualitas advokat, Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Jawa Tengah dengan menggandeng Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga akan mengadakan pendidikan dan pelatihan profesi advokat, pada tanggal 24.25.26 Agustus dan tanggal 01.02 September 2018 mendatang, di Fakultas Syariah IAIN Salatiga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti putusan MK Nomor 95/PUU-XIV/2016 yang menyebutkan jika pendidikan advokat harus dilaksanakan oleh organisasi advokat dengan menggandeng perguruan tinggi.

Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga Dr.Siti Zumrotun, M.Ag menuturkan kegiatan semacam ini dirasa penting untuk meningkatkan kualitas alumni dan masyarakat umum dalam memahami keilmuan hukum secara mendalam.

Menurut panitia pelaksana melalui Nurrun Jamaludin, S.H.I.,M.H.I mengatakan acara tersebut akan menghadirkan pemateri yang profesional dalam bidangnya, sehingga nanti menghasilkan lulusan yang hebat dan bermartabat.

Lebih lanjut, Jamal berharap kepada sarjana hukum (S.H), Sarjana Syariah (S.sy) dan Sarjana Hukum Islam (S.H.I) yang mempunyai keinginan untuk menegakan hukum di Indonesia lewat profesi advokat bisa mengikuti PPPA tersebut.

Jamal menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan salah satu bentuk dukungan terhadap Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan pengujian Pasal 2 ayat (1) UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat terkait penyelenggaraan pendidikan khusus profesi pengacara (PPPA). Pasal 2 ayat (1) UU Advokat dinyatakan inkonstitusional bersyarat sepanjang dimaknai yang berhak menyelenggarakan PPPA adalah organisasi advokat dengan keharusan bekerja sama dengan perguruan.

Seperti disebutkan Mahkamah dalam pertimbangannya, Pelaksanaan PPPA harus memiliki standar mutu dan target capaian tingkat keahlian/keterampilan tertentu dalam kurikulum PPPA. Kaitan ini kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki program studi ilmu hukum atau sekolah tinggi hukum menjadi penting. Sebab, berbicara pendidikan, terminologi yang melekat dalam PPPA, secara implisit harus memenuhi kualifikasi pedagogi yang lazim dituangkan dalam kurikulum.

“Keharusan tersebut didasarkan argumentasi bahwa standardisasi pendidikan termasuk pendidikan profesi advokat akan terjaga kualitasnya seperti dikehendaki Pasal 28 UU Advokat dan sejalan dengan semangat Pasal 31 UUD 1945,” kata Jamal seperti disebutkan Mahkamah dalam pertimbangannya beberapa waktu lalu.

Penegasan maksud dan tujuan ini telah pula ditegaskan dalam Putusan MK No. 066/PUU-II/2004. Hal ini menjadi pembeda antara profesi Advokat dengan profesi lain seperti didalilkan Pemohon yang berpandangan bahwa seharusnya PPPA adalah pendidikan yang masuk kategori pendidikan formal yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

“Karena itu, organisasi advokat tetap sebagai penyelenggara PPPA dengan keharusan bekerja sama dengan perguruan tinggi yang fakultas hukumnya minimal terakreditasi B atau sekolah tinggi hukum yang minimal terakreditasi B,” terang jamal.

Arijal wahyu isnanto

TEKAD MAHASISWA MEWUJUDKAN INDONESIA KITA BUKAN INDONESIA KAMI

Salatiga- Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) IAIN Salatiga menyelenggarakan seminar nasional dengan mengangkat tema “Mewujudkan Indonesia Kita Bukan Indonesia Kami, Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Politik Indonesia” pada Rabu, 02 Mei 2018 di Gedung Aula Kampus 1 IAIN Salatiga. Mahasiswa menyadari perlunya mengangkat tema ekonomi kreatif yaitu penciptaan nilai tambah berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif)     dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi untuk membekali wawasan kondisi Negara dan ekonominya dalam menyambut masadepan mereka.

Berlangsungnya seminar diharapkan oleh ketua panitia Eka Yuni Suryani bisa memberikan tambahan wawasan peserta mengenai ekonomi nasional dan politik di Indonesia.

[wds id=”12″]

Hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut Staff Kepresidenan Roy Spta Abimanyu, Ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) yaitu KH. Imadudin Asrori, S.E. dan Desen Fakultas Ekonomi IAIN Salatiga Dr. Nafis Irkhami, M.Ag., dengan Darojat Bayu Adi nugroho sebagai moderator dari pihak penyelenggara seminar. Mengawali seminar, Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Siti Zumrotun, M.Ag.memberikan sambutan dengan motivasi supaya mahasiswa Syari’ah khususnya HES bisa mengikuti dan menerima paparan ilmu ekonomi, politik dan hukum dari narasumber, untuk menjadi tambahan ilmu di luar kelas perkuliahan serta bisa dilanjutkan mahasiswa menjadi bahan penelitian skripsi.

Tampilan pemateri dari narasumber mengangkat tema sebagai berikut:

  1. Roy Septa Abimanyu dengan judul materi “Stabilitas Ekonomi, Demokrasi dan Pembangunan”.
  2. KH. Imadudin Masruri, S.E. dengan judul materi “Ekonomi Kreatif dengan Berbasis Budaya Lokal Sebagai Penguat Ekonomi Negeri”.
  3. Dr. Nafis Irkhami, M.Ag. dengan judul materi “Kontribusi Ekonomi Syariah untuk Indonesia kita”. (link Download)

(Hijri, Syari’ah)

KEMNAKER MEMBUKA PELUANG KERJA UNTUK MAHASISWA HUKUM EKONOMI SYARIAH IAIN SALATIGA

Jakarta-Kementerian Tenaga Kerja (KEMNAKER) menjadi kunjungan studi berikutnya setelah mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah berkunjung di KEMENDAGRI pada pagi harinya, Kamis 26-04-2018. Bapak menteri ketenagakerjaan menitipkan salam dan ucapan maaf yang sebelumnya berniat menerima langsung junior-junior beliau, namun berhalangan dikarenakan ada rapat mendadak dengan DPR RI. Hanif Dzakiri sendiri adalah salah satu alumni mahasiswa IAIN Salatiga dan beliau asli putra daerah salatiga.

Mewakili Bapak menteri, Dr. Sugianto Sumas (Widyas wara utama), ditemani Sahat (Kepala Biro Humas) dan Danton (Plt Kepala Pusat Penelitian Ketenagakerjaan).

Sugianto menjelaskan bahwa fungsi inti KEMNAKER salah satunya berkonsentrasi pada peningkatan penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja. kemudian menawarkan untuk mahasiswa bisa mengadakan penelitian tentang KEMNAKER seperti tema “bayar lah buruh sebelum keringatnya kering” tuturnya.

Setelah pemaparan tentang kelembagaan dilanjutkan sesi pertanyaan, mahasiswa syari’ah tidak menunggu lama untuk menyampaikan unek-unek mereka. Wahyu Fikri menanyakan “Bagaimana KEMNAKER mengatasi pekerja di bawah umur untuk bisa dikembalikan pada bangku sekolah kembali?”. Kemudian disusul dengan berbagai macam pertanyaan mahasiswa yang kritis.

Kali ini Sahat yang menjawab pertanyaan di atas “Kami mengatasi masalah tersebut dengan berdasarkan undang-undang yang mengatur pekerja harus berusia 17 tahun keatas. Namun statistik KEMNAKER, di lapangan usia pekerja masih ditemukan usia 15 sampai 17 tahun. Kebijakan yang diambil pada kondisi tersebut, mereka digolongkan pekerja anak yang masih memungkinkan untuk ditarik kembali ke sekolah. Langkah itu berjalan dengan kerjasama dari Kementerian Pendidikan untuk mengembalikan mereka ke bangku sekolah. Sehingga kami memiliki sub bagian yang mengawasi perusahan atau setingkat di bawahnya untuk masuk ke zona bebas pekerja anak di bawah umur. Apabila ada yang melanggar dan ketahuan bisa kami berikan sanksi yang berat”.

Jully menambahkan kepada mahasiswa untuk memiliki mimpi dan semangat yang tinggi untuk bisa menjadi orang besar seperti bapak menteri yang menjadi senior mahasiswa IAIN Salatiga.

Pada penutupnya saling tukar kenang-kenangan dan foto bersama serta pengambilan video ucapan selamat hari buruh dengan melantangkan bersama “May Day is Fun Day”. Julky pun membuka kesempatan kerja untuk mahasiswa IAIN Salatiga setelah lulus nantinya. (Hijri/Syari’ah)

KEMENDAGRI KAGET AKAN WAWASAN DAN KEILMUAN MAHASISWA SYARI’AH IAIN SALATIGA

Jakarta- Kamis, 25-04-2018 mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Fakultas Syari’ah berkunjung studi ke Kementerian Perdagangan di lantai 12 ruang pertemuan Anggrek.

Hadir sebagai narasumber Kepala Pusat Penanganan Isu Strategis Dr. Jully Paruhum Tambunan, MA. dan moderator Kepala Bagian Informasi Publik dan Perpustakaan Widodo Hardosono serta didampingi oleh Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga Bayu Wicaksono Putro.
Acara dimulai dengan sambutan dari Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. yang menyampaikan target dan tujuan kunjungan ke KEMENDAG seperti berikut:
1. Mahasiswa melihat dan memahami dari dekat profil lembaga Kementerian Perdagangan RI.
2. Mahasiswa memahami tata cara untuk menjadi pegawai dan pimpinan Kementerian Perdagangan RI.
3. Mahasiswa memahami kedudukan Kementerian Perdagangan RI dalam sistem tata negara Indonesia.
4. Mahasiswa memahami kode etik Kementerian Perdagangan RI.
5. Mahasiswa memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kementerian Perdagangan RI.
6. Mahasiswa memahami mekanisme pengawasan perdagangan oleh Kementerian Perdagangan RI
7. Mahasiswa memahami kendala-kendala yang dihadapi oleh Kementerian Perdagangan RI dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
8. Mahasiswa mengatahui peluang-peluang kerjasama yang dapat dilakukan antara Kementerian Perdagangan RI dengan IAIN Salatiga khususnya Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah Fakultas Syariah.
Kemudian sambutan dilanjutkan pemaparan dari Jully bahwa untuk mengetahui profil lembaga bisa dibuka langsung melalui website resmi lembaga. Jully juga menggambarkan bahwa “pada masa kesibukan ditahun politik, globalisasi dan perdagangan bilateral indonesia tidak boleh ketergantungan dengan export migas, sektor garmen bisa menjadi pilihan baik untuk export non migas. Tahun depan menjadi tahun persaingan dan indonesia tidak boleh bersantai-santai mulai sekarang dalam menanggapi isu tersebut”.
Wawasan luas mahasiswa terlihat ketika sesi audiensi dibuka. Diawali dari M. Yusuf menanyakan “bagaimana strategi KEMENDAGRI dalam menyetabilkan harga sembako yang sebentar lagi mendekati puasa dan hari raya?”
Disusul pertanyaan dari Tika “Indonesia termasuk negara agraris, mengapa indonesia masih mengimpor beras? dan mengapa dalam hal export bahan pangan kita masih kalah dengan negara tetangga?”
Jully heran dengan pengetahuan informasi mahasiswa yang begitu luas. Kemudian memberikan jawaban bahwa semua pihak KEMENDAGRI tidak akan pernah lelah untuk selalu mencari strategi-strategi yang terbaik dalam mengatasi permasalahan untuk menuju indonesia yang maju jaya dalam bidang perdagangan.
Dalam penutupan Jully menawarkan kepada Dekan Fakuktas syariah dan mahasiswa semuanya untuk membuka seminar atau dialog ekslusif di IAIN salatiga tentang isu-isu yang berhubungan dengan KEMENDAGRI, dan dia siap untuk diundang gratis untuk menjadi narasumber dalam acara tersebut. (Hijri/Syari’ah)

INGIN LULUS MENJADI HAKIM AGAMA: BEKALILAH DENGAN PENGUASAAN ILMU NAHWU SHARAF

Jakarta-Besar sekali manfaat yang diperoleh rombongan Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga pada kunjungan mereka di Mahkamah Agung (MA) yang termasuk salah satu lembaga tinggi negara Indonesia. Rabu, 25 April 2018 jam 09.30 sampai 13.00 WIB rombongan yang diterima oleh Hakim-hakim Yustisial pada Biro Hukum dan Humas MA-RI, Darmoko Yuti Witanto,SH., Abdur Rahman Rahim, S.H.I., M.H., Dr. Riki Perdana Raya Waruwu, SH., M.H. dan Dr. Ardi Julia Cakrawala, S.H.I., M.H. di ruang pertemuan Wiryono Mahkamah Agung.

Kunjungan tersebut diawali dengan perkenalan dan dilanjutkan sambutan dari Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. yang menyampaikan target dan sasaran kunjungan rombongan di MA seperti berikut:

1. Mahasiswa melihat dan memahami dari dekat profil lembaga MA RI.

2. Mahasiswa memahami tata cara untuk menjadi pegawai, pimpinan dan majelis hakim MA RI.

3. Mahasiswa memahami kedudukan MA RI dalam sistem tata negara Indonesia.

4. Mahasiswa memahami kode etik MA RI.

5. Mahasiswa memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) MA.

6. Mahasiswa memahami dasar pertimbangan yuridis maupun non-yuridis yang digunakan dalam proses putusan kasasi.

7. Mahasiswa memahami mekanisme pengawasan hakim-hakim oleh MA.

8. Mahasiswa memahami kendala-kendala yang dihadapi oleh MA RI dalam membina hakim dan membersihkan mafia peradilan.

9. Mahasiswa mengetahui peran MA dalam memberantas mafia peradilan.

10. Mahasiswa mengetahui peluang-peluang kerjasama yang dapat dilakukan antara MA RI dengan IAIN Salatiga khususnya Jurusan Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhshiyyah) dan Hukum Ekonomi Syari’ah Fakultas Syariah.

Kemudian sambutan dilanjutkan dari pihak MA yang secara langsung menanggapi satu persatu dengan jelas target tujuan kunjungan rombongan ke MA. Dari beberapa tanggapan, ada yang begitu menarik dan penting untuk diketahui mahasiswa dan seluruh masyarakat indonesia yaitu pada jawaban point ke-2 dari target kunjungan, karena Abdur Rahman memberikan kisi-kisi bagaimana para mahasiswa bisa menjadi Hakim Agama Republik Indonesia.

“Pengetahuan umum dan kompetisi dasar menjadi syarat mutlak melewati ujian pertama, kemudian apabila lulus dalam tahap tersebut maka melanjutkan pada ujian wawancara dan dimana pada saat itu keilmuan nahwu sharaf diuji untuk mengetahui penguasaan kitab kuning (kitab arab tanpa harakat), dan menjadi nilai plus apabila calon hakim agama memiliki kompetensi tersebut” tuturnya.

Pada penutup kunjungan, ada foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan kunjungan dari fakultas syariah untuk Mahkamah Agung Republik Indonesia. (Hijri/Syari’ah)

MAHASISWA HUKUM IAIN SALATIGA PERTANYAKAN PERMA No. 3 Tahun 2018 ke Mahkamah Agung

Jakarta, Rabu 25 April 2018 – Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga berkunjung ke Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Rombongan Fakultas Syariah di sambut oleh Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung di Gedung Pertemuan Mahkamah Agung Jakarta Pusat, Rabu (25/04/2018).

Kegiatan tersebut diikuti 149 mahasiswa yang terdiri dari jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI), Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Hukum Tata Negara (HTN), yang mengikuti rangkaian acara dengan antusias.

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Syariah Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa secara praktis yang bersifat informatif maupun komparatif tentang  Mahkamah Agung, memahami tata cara menjadi pegawai, pimpinan dan majelis hakim MA RI, serta mengetahui peluang-peluang kerjasama yang dapat dilakukan antara MA RI dengan IAIN Salatiga khususnya Jurusan Hukum Keluarga Islam dan Hukum Ekonomi Syariah.

Acara tersebut salah satu peserta, M Choiruzzadi mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Islam, menanyakan kejelasan mengenai Perma No. 3 Tahun 2018 Tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik.

Hakim Yustisial Biro Hukum dan Humas Witanto menanggapi, perma tersebut merupakan upaya Mahkamah Agung dalam merespons aspirasi masyarakat terkait modernisasi penyelenggaraan peradilan.

“Perma tersebut berbasis komputer yang mengikuti perkembangan jaman bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih hemat biaya dan dapat dijangkau dengan waktu yang cepat,” ujar Sutanto menanggapi pertanyaan Choiruzzadi, Rabu (25/4/2018).

Ia menjelaskan, perma tersebut akan memberikan kemudahan bagi siapa pun untuk mengajukan tuntutan hak, baik gugatan maupun permohonan tanpa harus datang langsung ke pengadilan. (Budiyono/Syari’ah)