Category Archives: Berita

Fakultas Syariah IAIN Salatiga Dorong Peningkatan Kualitas Diri Pada Alumni dan Wisudawan/Wisudawati periode IX

Pelepasan Wisudawan/Wisudawati ke-9 Fakultas Syari’ah

Salatiga-Sebanyak 36 wisudawan ikuti pelepasan wisudawan/wisudawati angkatan IX yang di selenggarakan oleh Fakultas Syariah IAIN Salatiga pada 19/06/2019 di gedung auditorium Fakultas Syariah IAIN Salatiga.

Dalam sambutannya Dr.Siti Zumrotun, M.Ag sebagai dekan fakultas Syariah menyampaikan rasa bangga kepada wisudawan yang telah mampu melalui proses yang dilalui, sehingga ia berpesan bahwa belajar ditingkat perguruan tingga adalah sebagai gerbang untuk masuk dalam proses belajar yang sebenarnya, sehingga teruslah belajar dan jangan pernah berhenti meningkatkan kualitas diri mengingat dalam persaingan yang trend hari ini sebagai industri 4.0.

Dalam acara tersebut juga ada penyerahan penghargaan bagi Wisudawan berprestasi akademik dan non akademik:

  1. Wisudawan berprestasi bidang akademik: Mardiyah, S.H. dengan IPK 3.65 dari program Studi HES.
  2. Wisudawan berprestasi non akademik: Rangga Ajimas Santoso, S.H. program studi HES, atas prestasinya:
    a. Ketua Dewan Mahasiswa Institut tahun 2018
    b. Peserta student mobility dari kementerian agama RI tahun 2018, dengan kampus tujuan:
  • Universitas Selangor Malaysia
  • Universitas Kebangsaan Malaysia
  • Institut al-Zuhri Singapura
  • Universitas Patani Thailand.

Rangga Ajimas Santoso. SH sebagai perwakilan wisudawan menyampaikan banyak terimakasih kepada Sivitas Akademik Fakultas Syariah IAIN Salatiga yang telah membimbing selama menjadi mahasiswa, dan tidak berhenti sampai disini ia juga selalu mohon bimbingan kepada seluruh dosen fakultas syariah supaya kedepan ia mampu mengemban amanah sebagai sarjana hukum yang mampu bermanfaat untuk hukum dinegara kita. (N.Jamal)

Alumni Pendidikan Advokad Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga Ikuti Sumpah Profesi di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah

Semarang- Setelah mengikuti Pendidikan Profesi Advokat dan Ujian Profesi Advokat yang di laksanakan oleh APSI (Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia) bekerja sama dengan IAIN Salatiga, 22 Advokad APSI dilantik dan disumpah di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, Kamis (13/6/2019).

Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah ibu  Dr. Hj. Sri Sutatiek, S.H., M.Hum saat memimpin acara dalam sambutanya mengatakan, “Untuk mencapai profesi advokat tidak mudah, namun perlu integritas dan kapasitas untuk bisa lulus dalam profesi ini, serta bisa mengemban tugas untuk menegakkan keadilan hukum dan menjunjung tinggi profesi advokat yang terhormat serta profesional dan bermartabat,”unkapnya.

Sementara, Arif maulana.SH sebagai Alumni Fakultas Syariah IAIN Salatiga Saat di temui harian7.com mengungkapkan, ia mengaku sangat berterimakasih kepada Fakultas Syariah IAIN Salatiga yang sudah mengantarkan ia menjadi sarjana sampai resmi menjadi Advokat.

“Saya berterimakasih kepada FS yang telah mengantarkan saya hingga saat ini menjadi seorang Advokad,”ucapnya.

Arief  berharap pelaksanaan pendidikan Profesi Advokat di Fakultas Syariah IAIN Salatiga tetap bisa dilaksanakan setiap tahunnya. “Mari untuk seluruh alumni Fakultas Syariah yang mempunyai jiwa penolong untuk bergabung melalui Pendidikan Profesi Advokat APSI yang setiap tahunnya diselenggarakan di Fakultas Syariah IAIN Salatiga,”ajaknya.

Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga Dr.Siti Zumrotun, M.Ag. ketika di konfirmasi Harian7 mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya para alumni fakultas syari’ah IAIN Salatiga. Hal ini menjadi starting points bagi para sarjana hukum fakultas syari’ah untuk menuju supremasi hukum yg berkeadilan Kami berharap semoga para lawyer ini benar-benar membantu masyarakat pencari keadilan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai syari’ah dan hukum yang berkeindonesiaan. Serta menjunjung tinggi martabat kemanusiaan serta mampu mensosialisasikan fakultas syari’ah khususnya dan IAIN SALATIGA pada umumnya.

“Advokat Syari’ah dituntut untuk memiliki nilai lebih karena mampu mengkompensasikan nilai hukum Islam yg rahmatan Lil ‘alamiin serta hukum yg berlaku di NKRI tercinta ini, serta harapan selanjutnya semoga fakultas syari’ah IAIN SALATIGA bisa membuka pendidikan advokat syari’ah untuk para alumni,”tuturnya.

Terpisah, Nurrun Jamaludin, SHI.,MHI.,CM.,SHEL sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang APSI Salatiga menyampaikan sebagai panitia penyelenggara Pendidikan Profesi Advokat, Ujian Profesi Advokat dan Pengambilan Sumpah/Janji Advokat APSI, berharap semoga seluruh Alumni IAIN Salatiga yang telah di Sumpah Profesi Advokat oleh Pengadilan Tinggi Jawa Tengah bisa Amanah dan Jujur dalam mengemban profesi advokat sebagai salah satu penegak hukum yang berkeadilan ini.

“Saya berharap bisa mengikuti pendidikan lanjutan oleh APSI yang mempunyai kelebihan di bidang Ekonomi Syariah dengan pelatihan Sertified Sharia Economic Lawyer (SHEl) serta selalu berharap menjaga marwah organisasi,”.(Oleh: Atokilah)

Sumber: APSI Salatiga

Rektor resmi lantik Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

pelantikan pejabat baru di lingkungan IAIN Salatiga

IAIN Salatiga- Dr. Siti Zumrotun resmi kembali lagi dipercaya untuk mengemban amanah menjadi Dekan Fakultas Syari’ah masa jabatan 2019-2023, setelah beliau resmi dilantik oleh rektor IAIN Salatiga Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag. pada Jum’at, 10-05-2019.

Turut hadir diantaranya Guru Besar, Dosen dan Karyawan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag. mengajak untuk melanjutkan capaian kepemimpinan sebelumnya yang merupakan tugas bagi pejabat baru.

Rektor memberikan pesan untuk Dekan Fakultas Syari’ah agar menatap masa depan dalam menuju cita-cita sivitas akademika IAIN Salatiga untuk beralih status menjadi Universitas Negeri. Selain itu, Rektor juga berpesan untuk selalu bersama di dalam kebersamaan, karena hanya dengan kebersamaan kita bisa merajut setiap kekuatan, dalam mencapai tujuan dan kemajuan.

Sadar akan tantangan untuk melanjutkan tugas dan cita-cita dari periode kemarin sudah menunggu. Pelantikan kemarin menjadi momen untuk awal memulai kembali membangun semangat untuk menuju visi dan misi fakultas Syari’ah IAIN Salatiga, Ujar Dekan.

Free From Corruption Strategi Pembebasan dari Jaringan Korupsi di Tahun Pemilu

Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga menggelar seminar nasional yang bertajuk “Free From Corruption Strategi Pembebasan dari Jaringan Korupsi di Tahun Pemilu,”yang digelar di Aula Kampus II IAIN Salatiga, Rabu (26/02/2019) kemarin.

Dalam acara tersebut hadir sebagai pemateri, yakni Guntur Kusmeiyono (Kasatgas Politik Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat), dan R. Moch. Zainurrohman (Pusat Kajian Anti Korupsi).

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Dr. H. Waluyo, M. Ag. Saat membuka acara dalam sambutanya ia mengatakan, “Terdapat tiga hal penting yang dapat kita lakukan dalam memberantas korupsi yaitu nilai optimisme, komitmen dan sinergitas,”ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Siti Zumrotun, M. Ag., dalam sambutanya mengatakan tahun 2019 adalah tahun yang penting bagi masyarakat Indonesia. Sebab ditahun ini akan dilaksanakan pesta demokrasi.

“Tidak hanya memilih para calon legislatif tetapi kita juga akan memilih Capres dan Cawapres. Dan dengan panasnya musim pemilu ini dikhawatirkan mereka menggunakan material politik,” kata wanita lulusan Uinsuka tersebut.

Guntur Guntur Kusmeiyono selaku pemateri, sebagai pematik pertama mengungkapkan,”Bahwa kami ingin mencetak negarawan. Sebab negarawan berfikir tentang masa depan bangsa sedangkan politikus tidak,”ucapnya.
Sedangkan pemateri kedua, Zainurrohman menandaskan,”Bahwa Indonesia masih sejajar dengan Negara Afrika seperti Zimbawe dalam pendapatan perkapita,” tandasnya.

Dari pantauan harian7.com, acara tersebut di hadiri para Mahasiswa dan partai politik di Salatiga serta sejumlah organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pencegahan korupsi, diantaranya LAPK SIDAK dan LSM ICI Jawa Tengah dan lainya. Selama acara berlangsung juga di beri kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada nara sumber. (Nurrun Jamaludin)

PEMBERITAHUAN PELAKSANAAN PENDATAAN KARTU JAKARTA MAHASISWA UNGGUL

Sehubungan  dengan   pelaksanaan pendataan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap 1    Tahun 2019 yang dimulai pada tanggal 19 Februari sampai dengan 19 Maret 2019,  maka saya mohon perkenan Bapak/lbu untuk memberitahukan kepada mahasiswa yang berasal dari DKI Jakarta yang belum terdaftar di KJMU dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. 1. memiliki Kartu Tanda Penduduk dengan alamat di wilayah  Provinsi   OKI Jakarta;
  2. 2. telah dinyatakan lulus dari pendidikan menengah pada Satuan Pendidikan negeri/swasta di wilayah Provinsi OKI Jakarta paling lama satu tahun (tahun lulus 2017 dan 2018);
  1. berasal dari Keluarga Tidak Mampu;
  2. posisi perkuliahan di semester 2
  3. 5. tidak   menerima   beasiswa/bantuan   pendidikan   yang   bersumber   dari anggaran pendapatan dan belanja negara atau sumber lain yang sah.

Dengan hal tersebut,  mahasiswa yang memenuhi persyaratan KJMU untuk segera mendaftarkan diri ke sekolah asalnya masing-masing.

 

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/lbu,  saya ucapkan terima kasih.

 

 

 

 

Tembusan:

  1. Kepala  BiroTata  Pemerintahan  Setda Provinsi OKI Jakarta
  2. Kepala Biro Pendidikan  Mental dan Spiritual Setda Provinsi OKI Jakarta
  3. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi OKI Jakarta
  4. Wakil Kepala Oinas Pendidikan Provinsi OKI Jakarta
  5. Sekretaris Oinas Pendidikan Provinsi OKI Jakarta
  6. Kepala Bidang SMP dan SMA Dinas Pendidikan Provinsi  OKI Jakarta
  7. Kepala Bidang SMK Oinas Pendidikan Provinsi OKI Jakarta
  8. Para Kepala Suku Oinas Pendidikan Wilayah I  dan II  Kota Administrasi
  9. Kepala Suku  Oinas Pendidikan Kabupaten Administrasi  Kepulauan Seribu
  10. Para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Adiministrasi
  11. Kepala UPT Pusdatikomdik Oinas Pendidikan  Provinsi OKI Jakarta

Fakultas Syariah Ikuti Workshop Media Online

 

 

 

 

 

IAIN Salatiga menggelar kegiatan “Workshop Pengelolaan Media Online”. Acara tersebut dilaksanakan pada hari kamis, 23 agustus 2018 di perpustakaan kampus tiga IAIN Salatiga.

Tepat pada pukul 08.00 acara tersebut  secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II bidang administrasi keuangan.

Edi prayitno pemateri dari wartawan Liputan6.com memaparkan materi tentang pentingnya menulis. Dimulai dari cerita beliau saat pertama kali menjajaki dunia kepenulisan.

Menulis opini itu tdak pernah salah jangan takut dibully, bullyan hanya akan menguatkan batin kita,” ungkap Edi saat memberikan suntikan semangat pada peserta.

Bercerita yang benar dimulai dari berfikir yang benar. Jika hal tersebut telah dilakukan maka akan membuat apapun pasti benar,” Lanjut Edi.

Peserta sangat antusias terlihat banyaknya pertanyaan yang diajukan.

Acara tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa IAIN Salatiga. Dengan diadakanya kegiatan tersebut diharapkan peserta nantinya ikut berkontribusi dalam pengelolaan media online IAIN Salatiga. (Saiful)

 

 

 

Tingkatkan Mutu Profesi Advokat APSI Jateng Gandeng Fakultas Syari’ah IAIN salatiga

 

 

 

 

 

 

 

Dalam rangka mendorong serta meningkatkan kualitas advokat, Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Jawa Tengah dengan menggandeng Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga akan mengadakan pendidikan dan pelatihan profesi advokat, pada tanggal 24.25.26 Agustus dan tanggal 01.02 September 2018 mendatang, di Fakultas Syariah IAIN Salatiga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti putusan MK Nomor 95/PUU-XIV/2016 yang menyebutkan jika pendidikan advokat harus dilaksanakan oleh organisasi advokat dengan menggandeng perguruan tinggi.

Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga Dr.Siti Zumrotun, M.Ag menuturkan kegiatan semacam ini dirasa penting untuk meningkatkan kualitas alumni dan masyarakat umum dalam memahami keilmuan hukum secara mendalam.

Menurut panitia pelaksana melalui Nurrun Jamaludin, S.H.I.,M.H.I mengatakan acara tersebut akan menghadirkan pemateri yang profesional dalam bidangnya, sehingga nanti menghasilkan lulusan yang hebat dan bermartabat.

Lebih lanjut, Jamal berharap kepada sarjana hukum (S.H), Sarjana Syariah (S.sy) dan Sarjana Hukum Islam (S.H.I) yang mempunyai keinginan untuk menegakan hukum di Indonesia lewat profesi advokat bisa mengikuti PPPA tersebut.

Jamal menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan salah satu bentuk dukungan terhadap Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan pengujian Pasal 2 ayat (1) UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat terkait penyelenggaraan pendidikan khusus profesi pengacara (PPPA). Pasal 2 ayat (1) UU Advokat dinyatakan inkonstitusional bersyarat sepanjang dimaknai yang berhak menyelenggarakan PPPA adalah organisasi advokat dengan keharusan bekerja sama dengan perguruan.

Seperti disebutkan Mahkamah dalam pertimbangannya, Pelaksanaan PPPA harus memiliki standar mutu dan target capaian tingkat keahlian/keterampilan tertentu dalam kurikulum PPPA. Kaitan ini kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki program studi ilmu hukum atau sekolah tinggi hukum menjadi penting. Sebab, berbicara pendidikan, terminologi yang melekat dalam PPPA, secara implisit harus memenuhi kualifikasi pedagogi yang lazim dituangkan dalam kurikulum.

“Keharusan tersebut didasarkan argumentasi bahwa standardisasi pendidikan termasuk pendidikan profesi advokat akan terjaga kualitasnya seperti dikehendaki Pasal 28 UU Advokat dan sejalan dengan semangat Pasal 31 UUD 1945,” kata Jamal seperti disebutkan Mahkamah dalam pertimbangannya beberapa waktu lalu.

Penegasan maksud dan tujuan ini telah pula ditegaskan dalam Putusan MK No. 066/PUU-II/2004. Hal ini menjadi pembeda antara profesi Advokat dengan profesi lain seperti didalilkan Pemohon yang berpandangan bahwa seharusnya PPPA adalah pendidikan yang masuk kategori pendidikan formal yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

“Karena itu, organisasi advokat tetap sebagai penyelenggara PPPA dengan keharusan bekerja sama dengan perguruan tinggi yang fakultas hukumnya minimal terakreditasi B atau sekolah tinggi hukum yang minimal terakreditasi B,” terang jamal.

Arijal wahyu isnanto

TEKAD MAHASISWA MEWUJUDKAN INDONESIA KITA BUKAN INDONESIA KAMI

Salatiga- Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) IAIN Salatiga menyelenggarakan seminar nasional dengan mengangkat tema “Mewujudkan Indonesia Kita Bukan Indonesia Kami, Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Politik Indonesia” pada Rabu, 02 Mei 2018 di Gedung Aula Kampus 1 IAIN Salatiga. Mahasiswa menyadari perlunya mengangkat tema ekonomi kreatif yaitu penciptaan nilai tambah berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif)     dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi untuk membekali wawasan kondisi Negara dan ekonominya dalam menyambut masadepan mereka.

Berlangsungnya seminar diharapkan oleh ketua panitia Eka Yuni Suryani bisa memberikan tambahan wawasan peserta mengenai ekonomi nasional dan politik di Indonesia.

[wds id=”12″]

Hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut Staff Kepresidenan Roy Spta Abimanyu, Ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) yaitu KH. Imadudin Asrori, S.E. dan Desen Fakultas Ekonomi IAIN Salatiga Dr. Nafis Irkhami, M.Ag., dengan Darojat Bayu Adi nugroho sebagai moderator dari pihak penyelenggara seminar. Mengawali seminar, Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Siti Zumrotun, M.Ag.memberikan sambutan dengan motivasi supaya mahasiswa Syari’ah khususnya HES bisa mengikuti dan menerima paparan ilmu ekonomi, politik dan hukum dari narasumber, untuk menjadi tambahan ilmu di luar kelas perkuliahan serta bisa dilanjutkan mahasiswa menjadi bahan penelitian skripsi.

Tampilan pemateri dari narasumber mengangkat tema sebagai berikut:

  1. Roy Septa Abimanyu dengan judul materi “Stabilitas Ekonomi, Demokrasi dan Pembangunan”.
  2. KH. Imadudin Masruri, S.E. dengan judul materi “Ekonomi Kreatif dengan Berbasis Budaya Lokal Sebagai Penguat Ekonomi Negeri”.
  3. Dr. Nafis Irkhami, M.Ag. dengan judul materi “Kontribusi Ekonomi Syariah untuk Indonesia kita”. (link Download)

(Hijri, Syari’ah)

KEMNAKER MEMBUKA PELUANG KERJA UNTUK MAHASISWA HUKUM EKONOMI SYARIAH IAIN SALATIGA

Jakarta-Kementerian Tenaga Kerja (KEMNAKER) menjadi kunjungan studi berikutnya setelah mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah berkunjung di KEMENDAGRI pada pagi harinya, Kamis 26-04-2018. Bapak menteri ketenagakerjaan menitipkan salam dan ucapan maaf yang sebelumnya berniat menerima langsung junior-junior beliau, namun berhalangan dikarenakan ada rapat mendadak dengan DPR RI. Hanif Dzakiri sendiri adalah salah satu alumni mahasiswa IAIN Salatiga dan beliau asli putra daerah salatiga.

Mewakili Bapak menteri, Dr. Sugianto Sumas (Widyas wara utama), ditemani Sahat (Kepala Biro Humas) dan Danton (Plt Kepala Pusat Penelitian Ketenagakerjaan).

Sugianto menjelaskan bahwa fungsi inti KEMNAKER salah satunya berkonsentrasi pada peningkatan penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja. kemudian menawarkan untuk mahasiswa bisa mengadakan penelitian tentang KEMNAKER seperti tema “bayar lah buruh sebelum keringatnya kering” tuturnya.

Setelah pemaparan tentang kelembagaan dilanjutkan sesi pertanyaan, mahasiswa syari’ah tidak menunggu lama untuk menyampaikan unek-unek mereka. Wahyu Fikri menanyakan “Bagaimana KEMNAKER mengatasi pekerja di bawah umur untuk bisa dikembalikan pada bangku sekolah kembali?”. Kemudian disusul dengan berbagai macam pertanyaan mahasiswa yang kritis.

Kali ini Sahat yang menjawab pertanyaan di atas “Kami mengatasi masalah tersebut dengan berdasarkan undang-undang yang mengatur pekerja harus berusia 17 tahun keatas. Namun statistik KEMNAKER, di lapangan usia pekerja masih ditemukan usia 15 sampai 17 tahun. Kebijakan yang diambil pada kondisi tersebut, mereka digolongkan pekerja anak yang masih memungkinkan untuk ditarik kembali ke sekolah. Langkah itu berjalan dengan kerjasama dari Kementerian Pendidikan untuk mengembalikan mereka ke bangku sekolah. Sehingga kami memiliki sub bagian yang mengawasi perusahan atau setingkat di bawahnya untuk masuk ke zona bebas pekerja anak di bawah umur. Apabila ada yang melanggar dan ketahuan bisa kami berikan sanksi yang berat”.

Jully menambahkan kepada mahasiswa untuk memiliki mimpi dan semangat yang tinggi untuk bisa menjadi orang besar seperti bapak menteri yang menjadi senior mahasiswa IAIN Salatiga.

Pada penutupnya saling tukar kenang-kenangan dan foto bersama serta pengambilan video ucapan selamat hari buruh dengan melantangkan bersama “May Day is Fun Day”. Julky pun membuka kesempatan kerja untuk mahasiswa IAIN Salatiga setelah lulus nantinya. (Hijri/Syari’ah)

KEMENDAGRI KAGET AKAN WAWASAN DAN KEILMUAN MAHASISWA SYARI’AH IAIN SALATIGA

Jakarta- Kamis, 25-04-2018 mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Fakultas Syari’ah berkunjung studi ke Kementerian Perdagangan di lantai 12 ruang pertemuan Anggrek.

Hadir sebagai narasumber Kepala Pusat Penanganan Isu Strategis Dr. Jully Paruhum Tambunan, MA. dan moderator Kepala Bagian Informasi Publik dan Perpustakaan Widodo Hardosono serta didampingi oleh Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga Bayu Wicaksono Putro.
Acara dimulai dengan sambutan dari Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. yang menyampaikan target dan tujuan kunjungan ke KEMENDAG seperti berikut:
1. Mahasiswa melihat dan memahami dari dekat profil lembaga Kementerian Perdagangan RI.
2. Mahasiswa memahami tata cara untuk menjadi pegawai dan pimpinan Kementerian Perdagangan RI.
3. Mahasiswa memahami kedudukan Kementerian Perdagangan RI dalam sistem tata negara Indonesia.
4. Mahasiswa memahami kode etik Kementerian Perdagangan RI.
5. Mahasiswa memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kementerian Perdagangan RI.
6. Mahasiswa memahami mekanisme pengawasan perdagangan oleh Kementerian Perdagangan RI
7. Mahasiswa memahami kendala-kendala yang dihadapi oleh Kementerian Perdagangan RI dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
8. Mahasiswa mengatahui peluang-peluang kerjasama yang dapat dilakukan antara Kementerian Perdagangan RI dengan IAIN Salatiga khususnya Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah Fakultas Syariah.
Kemudian sambutan dilanjutkan pemaparan dari Jully bahwa untuk mengetahui profil lembaga bisa dibuka langsung melalui website resmi lembaga. Jully juga menggambarkan bahwa “pada masa kesibukan ditahun politik, globalisasi dan perdagangan bilateral indonesia tidak boleh ketergantungan dengan export migas, sektor garmen bisa menjadi pilihan baik untuk export non migas. Tahun depan menjadi tahun persaingan dan indonesia tidak boleh bersantai-santai mulai sekarang dalam menanggapi isu tersebut”.
Wawasan luas mahasiswa terlihat ketika sesi audiensi dibuka. Diawali dari M. Yusuf menanyakan “bagaimana strategi KEMENDAGRI dalam menyetabilkan harga sembako yang sebentar lagi mendekati puasa dan hari raya?”
Disusul pertanyaan dari Tika “Indonesia termasuk negara agraris, mengapa indonesia masih mengimpor beras? dan mengapa dalam hal export bahan pangan kita masih kalah dengan negara tetangga?”
Jully heran dengan pengetahuan informasi mahasiswa yang begitu luas. Kemudian memberikan jawaban bahwa semua pihak KEMENDAGRI tidak akan pernah lelah untuk selalu mencari strategi-strategi yang terbaik dalam mengatasi permasalahan untuk menuju indonesia yang maju jaya dalam bidang perdagangan.
Dalam penutupan Jully menawarkan kepada Dekan Fakuktas syariah dan mahasiswa semuanya untuk membuka seminar atau dialog ekslusif di IAIN salatiga tentang isu-isu yang berhubungan dengan KEMENDAGRI, dan dia siap untuk diundang gratis untuk menjadi narasumber dalam acara tersebut. (Hijri/Syari’ah)