Gerakan Nyata Penanggulangan Kekerasan di Masyarakat

Salatiga-Perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap tindak kekerasan. Setiap tahunnya berbagai kasus yang dialami perempuan dan anak sebagai korban, berkembang secara signifikan dan mendesak untuk dituntaskan. Mulai dari kasus kekerasan, trafficking, pelecehan seksual, eksploitasi anak dan perempuan, hingga kasus anak berhadapan dengan hukum. Masing-masing kasus membutuhkan perhatian khusus agar penanganan yang diberikan pun tepat sasaran.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Salatiga menggelar Seminar Internasional bertajuk “Self & Family Protection (Practical Methodological Review)” dengan nara sumber Dr. Katharina Werner (Universitas Passau-German), Dr. Ir. Arianti Ina R. Hunga, M.Si. (Secretary of ASGWU/ Indonesian Association of Gender and Women Studies) dan Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. (Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga/ Pioneer of Gender Studies), berlangsung Kamis 18 April 2018di Gedung FTIK IAIN Salatiga.

Dalam seminar tersebut Dekan Fakultas Syari’ah menyampaikan tulisan dari Ibda’ binafsik “persoalan perkosaan, pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan tidak hanya bisa diselesaikan melalui kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Dia harus dimulai dengan perubahan paradigma masyarakat dalam melihat bagaimana posisi perempuan, baik terhadap laki-laki, terhadap masyarakat, maupun terhadap negara. Budaya kita yang harus diubah, dan semua itu bisa dilakukan mulai dari diri kita sendiri”.

Lanjutnya beliau menyampaikan materi ttg OSSOS/F (Student Save One Student/Family) dalam perspektif Islam. OSSOS/F merupakan program yang diinisiasi oleh kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang kemudian menjadikan kota salatiga sebagai pilot project dengan bekerjasama dengan dua perguruan tinggi yang ada di dalamnya yakni IAIN Salatiga dan UKSW.

OSSOS/F merupakan aksi nyata dalam menanggulangi permasalahan yang ada di kalangan mahasiswa pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Ketika selama ini kita mengadakan berbagai seminar, workshop dan penelitian tentang bagaimana mengubah paradigma masyarakat tentang kekerasan terhadap gender dan anak maka dengan adanya OSSOS/F ini merupakan wujud nyata sebagai bentuk implementasi di tengah-tengah masyarakat. Jiwa OSSOS/F ini sejalan dengan tuntunan dalam Islam yang tercantum dalam surat Al Maidah ayat 2 yakni saling tolong menolong disamping itu agama kita juga telah mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Tentang kepada siapa kita menolong, islam mengajarkan ada 3 tingkatan persaudaraan yakni ukhwah islamiyah, ukhwah wathaniyah dan ukhwah basyariyah, dari ketiga hal tersebut yang paling tinggi tingkatannya adalah ukhwah basyariyah artinya setelah menapaki ukhwah islamiyah dan ukhwah wathaniyah sudah seharusnya seseorang menggapai tingkatan ukhwah yang lebih tinggi, lebih mendalam dan lebih mendasar yakni ukhwah basyariyah, imbuhnya. (Hijri/ADM Syari’ah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *