PENGUMUMAN HASIL UJIAN KOMPREHENSIF LISAN ON-LINE 2020

  1. Program Studi HKI
NO.NAMANIMLisan KeislamanNilai Lisan Keprodian
1Ahmad Jayus Busroni33010160019 83
2Alfian Setyo Bhakti33010160015  
3Abdul Rozak33010150033  
4Cholista Aulia Firdha330101600558293
5Fadhel muhamad33010160030070
6Imam Maliki330101600297287
7Khasan Alinuddin330101600177996
8Kuni Ngafifatul Karimah330101600067998
9Laila Qorib Ridlo330101600687098
10Linda Karmelia330101600638786
11Lukman hakim330101600338381
12M. Rezya Syadzali330101600021170
13Riski Aprianto211140257168
14Siti Hartinah33010150052630
15Addini Diah Insani33010160011 76
16Ahmad Alwi Qudsi330101600567267
17Alwi Sofyan Ma’ruf33010160048 87
18Elya yuniar33010160042 78
19Faiz Asifuddin330101600187757
20Lukluk Uljanah33010160027 87
21M. Nubhatul Fikri33010160028 61
22Muhammad Yusron33010160034 93
23Mutmainah Ulfaniatri M33010160064 77
24Ratna Maulida33010160036 85
25Nissa Fauzia 3301015004346 
26Nur Anifta3301016000560 

2. Program Studi HES

NO.NAMANIMLisan KeislamanNilai Lisan Keprodian
1Ade Eva Nur Khasanah330201600718071
2Ahmad Bahrul Muhith330201600117075
3Akbar fatoni21413021065
4Alifia Firdha Anggraini33020160056 75
5Anas Jalalain330201600578586
6Anggun Ciptasari Aminarso330201601027078
7Ari Mirlana330501500847069
8Ayu Putri Kusumaningsih330201600558072
9Ayu Qurratul Aini330201600909088
10Choirun Nisa33020160043 85
11Desita Inara33020160006 85
12Desy Imawati330201600018090
13Dimas Luki Pratama330201500597075
14Eko Suparmono330201500716073
15Enny Sulistiani33020160026  
16Eri susanto33020160087 64
17Faisnah33020160029  
18Fajar Wahyu Nugroho330201600658083
19Febri Diana Puspitasari330201600838070
20Frizka Oktaviani33020160079  
21Gadis Andrestian3302016003580 
22Hafidz sugiyarto330201600369080
23Intania Sari rahmani3302016003390 
24Isma mindatul perika330201600889584
25Isna Afifah33020160009  
26Kusandi Achmad Farizky330201601036577
27Laila Rahmawati33020160042 80
28Laila Silma Nur Anjani330201600965378
29Linda Widayanti330201600845080
30luthfiah umi khasanah330201600777580
31M. Saputra setiawan33020150086 60
32Maulida Kurrotul Aini33020160066 75
33M. Kharis Ubaidillah33020150044  
34Muhamad Sofyan As’ari330201600105080
35M. Ali Munawar330201600728582
36Muhammad Yusuf33020160005 60
37M. Gofurul Mahfud330201600853570
38Nia Rezky Setyani330201500088076
39Nikmatul Kudsiyah33020160074 75
40Ninik Eri Yuwanti33020160060  
41Niswatul Matsna Khumaerok33020160018  
42Novia Musyarofah3302016003780 
43Novita Hetty Nur Ani33020160078  
44Nur Latif ZaqqiI Hudin330201500555060
45Nur Qoyimah33020160063 72
46Nur Rokhmakh330201600864078
47Nurul Mazaya Alhusna330201600808070
48Rachmawati330201600896570
49Rahmat Aulal Firdaus330201600209080
50Renni Anggraeni33020160047  
51Renny Vembi Sagitaningsih330201600528570
52Ridho Maulana Azis Fatha3302015001982 
53Ridi Pramesti33020160025  
54Rizqi Dwi Septyawan330201600229265
55Robi’ah Al’Adawiyyah33020160106 0
56Rosalia Tantina Putri3302016005060 
57Sandra Seriawati33020160019 85
58Septi arum melati33020160032  
59Siti Andrian Ningsih330201600988870
60Siti Maryam330201600769570
61Sri Fajar Umiyati33020160073  
62Sumayah Umus Syahidah330201600488075
63Tiffany Alfiana Zulfa33020160054 80
64Ulfa Cahyani330201600928570
65Vina Pertiwi33020160045 60
Yulia Eny Kusuma330201600036075
Yulia Maghfiroh33020160017  
Dini Wulan Sari3302016004690

3. Program Studi HTN

NO.NAMANIMLisan KeislamanNilai Lisan Keprodian
1Adellia Laksita Putri3303016001591 
2Ahmad Damanhuri3303016004181 
3Alwi chabibu rochman33030160065 65
4Andri Sulistiyono3303016005665 
5Ayu Wulandari3303016001217 
6Bagas Setiawan3303016004360 
7Chabib Ahmad Andri W3303016001392 
8Danu chandra Irawan33030150012 75
9Dwi Saputro3303016004264 
10Eva Yuliana33030160054  
11Fahmi Arsyad3303016004689 
12Fajar nur as’ad3303016005887 
13Indah Arum Safitri3303016002468 
14M. Syamsudin3303016004969 
15M. Khuzainul Anwar3303016006480 
16Nazil Ardhani3303016000176 
17Puji Astutik3303016002672 
18Qoidatul maqfiroh33030160037  
19Umi Darujatul Sadian330301600470 
20Vinuricha Puji Hastuti3303016001476 
21M. Irfan Arif330301600327155
22Fifin Triana Astuti3303016006669 
23Lulu Hasna Humaerah330301600537265
24M. Khoerul Umam330301600676670
25Yuliana Fratiska330301600043755
26Vinuricha Puji Hastuti33030160014 65
Achmad Rizky Arofah3303015000767
Aifa Anif Nadhifah3303016003967
Iin Nurlisnawati3303016004466
Luluk Chikmawati3303016006065
Mutiara Alita Firdaus3303016003870
Rizky Yoga Perdana3303015000675
Sri Rahayu3303016000875

NB: Nilai kelulusan minimal 60, bagi mahasiswa yang belum lulus ujian komprehensif bisa mengulang pada jadwal menyusul

Perkuat Jalinan dan Membuka Kesempatan Kerja Alumni, Fasya IAIN Salatiga Jalin Kerjasama Dengan KEMENAG Boyolali

Boyolali- Pada maasa pandemi berkepanjangan yang tidak tahu kapan berakhirnya tidak menyurutkan semangat Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Salatiga dalam mengembangkan relasi dan kerjasama dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kemenag Boyolali. Kerjasama untuk membangun kesinambungan antar dua lembaga Institusi dalam Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (05 Agustus 2020).

Penandatanganan MOU berlangsung di Kemenag Boyolali, dilakukan langsung oleh Dekan FaSya IAIN Salatiga Dr. Hj. Siti Zumrotun, M.Ag dan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Boyolali Drs. Fahrudin, M.Ag.

Dekan Fasya menyampaikan MoU ini bertujuan untuk menunjang tri dharma perguruan tinggi dan mendukung Praktek Pendidikan lapangan (PPL) mahasiswa Fakultas Syariah.

Kerjasama yang terjalin diharapkan akan menciptakan alumni-alumni dari Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga yang dapat mengaplikasikan dengan baik pengetahuan yang diperolehnya dalam kehidupan di masyarakat nantinya. Sehingga semangat pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dapat diwujudkan nantinya oleh alumni-alumni dari Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga. Kerjasama ini juga bertujuan untuk mendorong peningkatan program kerja lembaga masing-masing dalam rangka memperkuat kemandirian, transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan.

Pupuk Pemahaman Hukum di Lingkungan Masyarakat, LKBHI IAIN Salatiga Gelar Penyuluhan Hukum Ke Tingkat Desa

Tuntang-Pemahaman hukum di masyarakat yang masih kurang untuk membedakan kasus hukum perdata ataupun pidana tidak jarang membuat kalangan tingkat pamong masyarakat dibuat pusing dengan hal tersebut. Kondisi yang kompleks melibatkan unsur bertetangga sampai keluarga sering juga menambah permasalahan hukum yang sulit untuk dimediasi. Melihat keadaan tersebut, LKBHI IAIN Salatiga gelar Penyuluhan Hukum dengan tujuan masyarakat melek hukum di Desa Watu Agung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis 28/07/2020.

Dalam acara tersebut diawali dengan penandatangan surat perjanjian kerjasama dan dilanjutkan dengan penyuluhan hukum kepada seluruh jajaran perangkat desa mulai dari ketua RW sampai Pejabat Teras Desa.

Problematika kehidupan bermasyarakat yang global, tidak jarang menimbulkan permasalahan yang bisa diperkarakan namun masyarakat masih belum paham tentang pengetahuan tersebut. Sehingga problematika tersebut dilihat FaSya IAIN Salatiga sebagai panggilan untuk pengabdian masyarakat dalam bidang penyuluhan hukum.

Kepala Desa Watu Agung dalam sambutannya menyampaikan, “kesempatan yang sangat bagus bagi seluruh perangkat desa untuk memahami pengetahuan tentang penyuluhan dari LKBHI, kelak harapan kami desa Watuagung menjadi desa yang cerdas dan melek hukum sehingga kemajuan-kemajuan lainnya bisa mengikuti”, ungkap Heru Cahyono SH.

Masyarakat melek hukum sudah saatnya dibudayakan di negara ini, seperti halnya ungkapan Siti Zumrotun sebagai Dekan FaSya IAIN Salatiga melanjutkan pembukaan penyuluhan, “bahwa pengetahuan hukum sangat penting dan dibutuhkan untuk masyarakat agar paham tentang problematika masyarakat yang bisa menjadi perdata atau pidana”.

Dalam sesi pemapara penyuluhan hukum, Nurrun Jamaludin SHI MHI CM SHEL memaparkan, sebagai komponen yang terjun langsung dalam penegakan hukum turut prihatin terhadap cara pandang masyarakat yang semakin kesini tidak semakin progresif. Namun sebaliknya, karena khususnya penyelesaian perkara perdata sebenarnya sudah diatur dalam UU no 30 Tahun 1999 tentang alternatif Penyelesaian sengketa, maka baik sengketa tanah maupun hutang piutang dapat diselesaikan melalu proses perundingan negosiasi dalam forum mediasi.

Pupuk Pemahaman Hukum di Lingkungan Masyarakat, LKBHI IAIN Salatiga Gelar Penyuluhan Hukum Ke Tingkat Desa

Tuntang-Pemahaman hukum di masyarakat yang masih kurang untuk membedakan kasus hukum perdata ataupun pidana tidak jarang membuat kalangan tingkat pamong masyarakat dibuat pusing dengan hal tersebut. Kondisi yang kompleks melibatkan unsur bertetangga sampai keluarga sering juga menambah permasalahan hukum yang sulit untuk dimediasi. Melihat keadaan tersebut, LKBHI IAIN Salatiga gelar Penyuluhan Hukum dengan tujuan masyarakat melek hukum di Desa Watu Agung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis 28/07/2020.

Dalam acara tersebut diawali dengan penandatangan surat perjanjian kerjasama dan dilanjutkan dengan penyuluhan hukum kepada seluruh jajaran perangkat desa mulai dari ketua RW sampai Pejabat Teras Desa.

Problematika kehidupan bermasyarakat yang global, tidak jarang menimbulkan permasalahan yang bisa diperkarakan namun masyarakat masih belum paham tentang pengetahuan tersebut. Sehingga problematika tersebut dilihat FaSya IAIN Salatiga sebagai panggilan untuk pengabdian masyarakat dalam bidang penyuluhan hukum.

Kepala Desa Watu Agung dalam sambutannya menyampaikan, “kesempatan yang sangat bagus bagi seluruh perangkat desa untuk memahami pengetahuan tentang penyuluhan dari LKBHI, kelak harapan kami desa Watuagung menjadi desa yang cerdas dan melek hukum sehingga kemajuan-kemajuan lainnya bisa mengikuti”, ungkap Heru Cahyono SH.

Masyarakat melek hukum sudah saatnya dibudayakan di negara ini, seperti halnya ungkapan Siti Zumrotun sebagai Dekan FaSya IAIN Salatiga melanjutkan pembukaan penyuluhan, “bahwa pengetahuan hukum sangat penting dan dibutuhkan untuk masyarakat agar paham tentang problematika masyarakat yang bisa menjadi perdata atau pidana”.

Dalam sesi pemapara penyuluhan hukum, Nurrun Jamaludin SHI MHI CM SHEL memaparkan, sebagai komponen yang terjun langsung dalam penegakan hukum turut prihatin terhadap cara pandang masyarakat yang semakin kesini tidak semakin progresif. Namun sebaliknya, karena khususnya penyelesaian perkara perdata sebenarnya sudah diatur dalam UU no 30 Tahun 1999 tentang alternatif Penyelesaian sengketa, maka baik sengketa tanah maupun hutang piutang dapat diselesaikan melalu proses perundingan negosiasi dalam forum mediasi.