Five Core Values: Rahasia dibalik Program-program Unggul Fakultas Syari’ah IAIN Jember Menjadi Pelecut Motivasi Rombongan Kunjungan Studi FaSya IAIN Salatiga

FaSyaIAINSalatiga-Disambut baik oleh jajaran pimpinan Fakultas Syari’ah IAIN Jember, kunjungan studi FaSya IAIN Salatiga dengan rombongan Dekanat disertai Kaprodi HTN dan Sekprodi HES pada Senin, 26 Oktober 2020 bertempat di gedung baru SSBN.

Dalam sambutan, Prof. Dr. M. Noor Harisudin selaku Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Jember memaparkan 5 program unggulan yaitu: PertamaExcellent Lecturer/ dosen unggul, kita ingin mempunyai dosen unggul di semua program studi yang mempunyai reputasi karya ilmiah, buku, jurnal, mempunyai hak kekayaan intelektual,  dan menjadi narasumber di tempat  lain. Kedua, kita juga memiliki program Excellent Student, yakni mahasiswa-mahasiswa yang  unggul. Itu artinya mahasiswa mempunyai kapasitas akademik yang bagus, bisa  menulis buku, terlibat  dalam  penelitian bersama dosen, menulis jurnal. Ketiga, adalah program smart and creative student, yakni bagaimana mahasiswa  kita itu bisa menjadi cerdas dan kreatif, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Keempat adalah program alumni center yakni penguatan alumni, karena wajah alumni adalah  wajah Fakultas  Syari’ah, kalau alumni nya sukses, maka fakultas syariah juga sukses. Kelima adalah penguatan kerja sama di tingkat nasional  dan Asia Tenggara.

Melengkapi dari kelima program unggulan tersebut, FaSya IAIN Jember juga menerapkan Five Core Values di lingkungan Fakultas sebagai berikut:

  1. Integrity =>  berintegritas moral, disiplin, jujur dan amanah;
  2. Innovation => selalu berinovasi;
  3. Self Development => tidak henti mengembangkan diri;
  4. Respect => menghargai dan peduli terhadap sesama;
  5. Team work => saling menguatkan, hidup berdampingan dan dapat bekerjasama

Dalam sambutan selanjutnya Dr. Siti Zumrotun selaku Dekan FaSya IAIN Salatiga mengucapkan banyak terimakasih serta menyampaikan maksud dari kunjungan studi serta tawaran kerjasama pendidikan antar Fakultas. Harapan dari kunjungan ini bisa membawa nilai positif untuk kemajuan kedua belah pihak.

Masuk pada cara sharing, dimulai dari pemaparan FaSya IAIN Jember yang pertama Wakil Dekan Akademik yang memaparkan kurikulum dimana pada Praktek Profesi Lapangan kami lakukan dalam satu tahun sebanyak dua kali. Dengan tujuan mewadahi mahasiswa yang ingin menyelesaikan studi sarjananya secara cepat. Kemudian kami mendukung penuh program canangan Menteri Pendidikan tentang kampus merdeka.

Selanjutnya Wakil Dekan Administrasi Umum menyampaikan bahwa pada tahun kepemimpinan bapak Dekan Harisudin anggaran sangat dioptimalkan bagaimana setiap pemakaian anggaran bisa sinkronasi dengan poin-poin yang berada dalam akreditasi Fakultas maupun Program Studi.

Wakil Dekan Kemahasiswaan menambahkan dimana dalam kepemimpinannya membutuhkan team yang bisa masuk dalam statuta untuk mendukung optimalisasi program-program pengembangan mahasiswa. Karena tidak dipungkiri bahwa program kemahasiswaan membawa bentuk wajah dari Fakultas.

Ditengah acara, Rektor IAIN Jember bergabung untuk menyambut rombongan FaSya IAIN Salatiga selesai menghadiri acara pembangunan jembatan gantung penghubung Fakultas Ushuluddin dengan perpustakaan. Beliau ikut memberikan pemaparan bahwa kunjungan studi dan kerjasama bisa mendongkrak mutu perkembangan antar Fakultas. Terlebih IAIN Jember dalam waktu dekat InsyaAllah akan bermigrasi menjadi UIN. Saling asah, asih dan asuh menjadi acuan untuk IAIN Jember terus berkompetisi memajukan instansi meraih visi dan misi.

Dalam penutup sharing Zumrotun menyampaikan bahwa FaSya IAIN Salatiga memiliki jurnal IJTIHAD yang mewadahi karya doaen-dosen ilmu hukum syariah dan sudah terakreditasi SINTA 2. Di tahun ini akan segera rilis pula Jurnal Of Indonesian Law yang akan mewadahi keilmuan hukum umum.

Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) Semakin Meningkat, Mengapa?: Problematika yang Menarik Untuk FaSya IAIN Salatiga Gelar Kuliah Tamu Dengan Komisi Yudisial (KY RI)

FaSyaIAINSalatiga-Berlangsung di Aula Kampus II IAIN Salatiga dan disiarkan langsung melalui Zoom Meeting, Channel Youtube dan Facebook (23-10-2020), FaSya IAIN Salatiga menggelar acara kuliah tamu yang menghadirkan pembicara langsung dari Komisi Yudisial Republik Indonesia (KY RI), Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.Hum yang menjabat sebagai Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY. Acara yang bertemakan “Problematika Pengawasan Integritas Dan Penegakan Kode Etik Hakim di Indonesia” terselenggara dari kerjasama antar institusi dan sekaligus berawal dari niat sosialisasi dari pihak KY tentang informasi bagaimana peran dan sampaimana pengawasan KY terhadap hakim di Indonesia yang sampai saat ini masih banyak tersebar data kenaikan dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim.

Turut menghadiri dalam acara, Dr. Agus Waluyo yang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Salatiga dan memberikan pemaparan dalam pembukaan acara bahwa “segenap pimpinan IAIN Salatiga mengapreasi acara ini berlangsung sehingga out pun acara ini bisa kita dapat, khususnya para mahasiswa FaSya pada saatnya nanti tiba apabila bergabung dalam kehakiman sudah paham tentang kode etik untuk menjadi hakim yang profesional”.

Masuk dalam acara inti kuliah tamu, berdasarkan UU nomor 18 tahun 2011 tentang perubahan atas uu Nomor 22 Tahun 2004 menjelaskan bahwa KY berwenang untuk menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.

Integritas dalam diri seorang hakim mengambil peran yang sangat besar dalam mewujudkan kekuasaan kehakiman yang independen dan imparsial di Indonesia. Namun alih-alih menjaga marwah kekuasaan kehakiman, mafia peradilan dan krisis integritas masih terus melanda hakim Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan data laporan akhir tahun dari KY pada tahun 2019, telah menerima 1.544 laporan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH). Dalam laporan akhir tahun 2019 tersebut, terdapat 130 hakim yang dijatuhkan sanksi oleh KY.

Jumlah ini meningkat cukup signifikan dibanding dengan tahun 2018 yang hanya 63 sanksi. Sedangkan menurut data dari KPK sepanjang tahun 2012 hingga tahun 2019 terdapat 20 hakim yang tersandung kasus korupsi. Tingginya kasus pelanggaran kode etik serta rentetan kasus korupsi yang dilakukan oleh hakim-hakim di Indonesia pada akhirnya telah melahirkan public distrust terhadap lembaga peradilan, tegas Aidul.

Sementara itu dalam melaksanakan wewenangnya Komisi Yudisial mengalami pasang surut dalam perkembangannya, sebut saja dengan lahirnya UU nomor 50 Tahun 2009 sebagai perubahan kedua atas UU Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan agama. Lahirnya UU ini dilatarbelakangi oleh oleh Putusan MK Nomor 005/PUU-IV/2006 tanggal 23 Agustus 2006, dimana dalam putusannya tersebut telah menyatakan Pasal 34 ayat (3) UU No. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman dan ketentuan pasal-pasal yang menyangkut mengenai pengawasan hakim dalam UU No. 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945 dan karenanya tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Perubahan Kedua Atas UU No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama telah meletakkan dasar kebijakan bahwa segala urusan mengenai peradilan agama, pengawasan tertinggi baik menyangkut teknis yudisial maupun non yudisial yaitu urusan organisasi, administrasi, dan finansial berada di bawah kekuasaan Mahkamah Agung.

Sedangkan untuk menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim, pengawasan eksternal dilakukan oleh Komisi Yudisial. Perubahan Kedua Atas UU No. 7/1989 tentang Peradilan Agama dimaksudkan untuk memperkuat prinsip dasar dalam penyelenggaraan kekuasaan kehakiman, yaitu agar prinsip kemandirian peradilan dan prinsip kebebasan hakim dapat berjalan pararel dengan prinsip integritas dan akuntabilitas hakim.

Perubahan pokok dalam UU No. 50/2009 pada dasarnya untuk mewujudkan penyelenggaraan kekuasaan kehakiman yang merdeka dan peradilan yang bersih serta berwibawa, yang dilakukan melalui penataan sistem peradilan yang terpadu (integrated justice system), terlebih peradilan agama secara konstitutif, tutup Aidul.

 

Livia Setyawati: Mahasiswa Beasiswa Bidik Misi Fakultas Syariah Dari Anak Petani Yang Menjadi Juara

FaSyaIAINSalatiga-Livia Setyawati asal dari Wonosobo dan terlahir dari keluarga sederhana yang mempunyai 4 saudara, merasa bersyukur sekali bisa menempuh Pendidikan tinggi dengan dibantu beasiswa bidikmisi. Menjadi mahasiswi Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas  Syari’ah (FaSya) IAIN Salatiga Yang sedang menempuh perkuliahan pada semester 5, telah meraih juara pada lomba menulis Cerpen dan Esay dengan tema “nurani santri dalam narasi” dalam acara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Komunitas Pelataran Sastra Kaliwungu pada 20-21 Oktober 2020. Lomba terselenggara secara on-line dengan ketentuan peserta mengirim satu naskah pribadi berbentuk esai atau cerpen yang tidak mengandung sara dan kebencian.

Adanya covid-19 berdampak disemua bidang termasuk Pendidikan yang menggunakan system daring, kuliah daring membuat Livia mempunyai banyak waktu luang, dan atas saran Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. H. Illya Muhsin, M.Si untuk mengikuti lomba esai dalam rangka Hari Santri Nasional.

Pengakuan Livia saat bercerita sebenarnya tidak begitu optimis untuk mendapatkan juara, karena Livia mulai mengerjakan lomba sudah H-1 dari penutupan pengiriman karya, tetapi dengan usaha maksimal dan berdoa alhamdulillah dia bisa mendapatkan juara 1 dalam lomba esai tersebut. Dia memberikan pesan kepada teman-teman mahaiswa lainnya bahwa “Segala sesuatu jika dilakukan dengan usaha maksimal dan tawakal insyaAllah akan tercapai dengan baik. Sebagai pelajar harus selalu menempa diri dan haus ilmu salah satunya dengan mengikuti perlombaan dan berkarya,” pungkasnya.

 

 

 

Problematika Hukum di Masyarakat yang Kompleks Di Desa Dawung, Magelang: Pemdes Setempat Bekerjasama dengan LKBH IAIN Salatiga Gelar Penyuluhan Hukum

MAGELANG,FaSyaIAINSalatiga-Desa merupakan bagian dari pemerintahan yang pada posisi paling bawah. Tapi desa memiliki arti dan fungsi yang sangat penting dalam pemerintahan terbawah yang langsung berhadapan dengan masyarakatnya. Desapun menjadi ujung tombak dalam pelayanan publik, hampir semua aspek yang berkaitan dengan legalitas berawal dari Pemerintah Desa.

Selain itu, peranan pemerintah desa kerap kali dihadapkan dengan berbagai persoalan dalam menjalankan tugasnya. Bahkan dalam melayani masyarakatnya kadang kala juga dihadapkan dengan persoalan hukum. Untuk itu, SDM aparatur desa juga perlu di bekali dengan pemahaman hukum dengan tujuan agar ketika masyarakatnya terlibat persoalan hukum, pemerintah desa bisa mengambil sikap. Selain itu peran penting lainya, pemerintah desa juga bisa memberikan pemahaman hukum terhadap masyarakatnya melalui sosialisai ataupun penyuluhan.

Maka dari itu betapa pentingnya kualitas Pemahaman Hukum pada Aparatur Desa perlu ditingkatkan. Untuk mewujudkan semua itu, tentunya tak lepas adanya kepedulian dari pihak lain yang membidangi soal hukum untuk menularkan ilmunya.

Melihat kondisi tersebut, LKBH IAIN Salatiga turut peduli dan berperan langsung untuk berbagi ilmunya kepada pemerintah desa, dengan harapan nantinya juga bisa ditularkan kepada masyarakat lainya.

Pada Kamis (22/10/2020) LKBH IAIN Salatiga kembali melakukan penyuluhan hukum di Desa Dawung, Kecamatan Tegalrejo, Kabupateng Magelang.

Dalam kegiatan yang mengangkat  tema bertajuk “Peran Serta Aparatur Desa dalam Upaya Menyelesaikan Problematika Hukum di Masyarakat” turut di hadiri seluruh elemen pemerintahan desa, mulai dari RT, RW,Kepala Dusun, Karang Taruna dan pejabat Teras dilingkungan Pemerintahan Desa Dawung, Tegalrejo kabupaten Magelang.

Mengawali kegiatan tersebut, Kepala Desa Dawung Hasyim As’ari, SHI dalam sambutanya menyampaikan bahwa ia sangat berterimkasih kepada LKBH IAIN Salatiga yang telah menyempatkan waktu dan berkenan memberikan pemahaman hukum bagi jajaran perangkat desa dawuh.

“Dengan dilaksanakan kegiatan hari ini, saya sangat berharap out-put dari penyuluhan hukum ini nantinya supaya tersampaikan kepada masyarakat guna membantu menyelesaikan sengketa yang ada pada masyarakat,”ucapnya.

Ditambahkan Hasyim,”Di desa dawung juga tidak jarang problema hukum di masyarakat sehingga membutuhkan pemahaman dan keilmuan serta pendampingan, sehingga ia berharap semoga terjalin sinergitas antara LKBH IAIN Salatiga dengan desa kami,”pungkasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah melalui Kabag AUAK Fakultas Syariah Heru Herianto pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa untuk menjalankan fungsi Tri Darma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat, karena Fakultas syariah dengan tiga program studi, mulai hukum keluarga islam, hukum ekonomi syariah, hukum tata negara, seluruhnya mempunyai fungsi aspek penegak hukum semua.

“Kami akan sangat terimakasih atas sinergitas yang terbangun antara desa dawung dengan Fakultas Syariah, sehingga selain terjalin komunikasi yang baik namun semoga kita bersama sama memupuk pemahaman hukum di masyarakat untuk mewujudkan masyarakat sadar hukum yang berkeadilan dan bermartabat,”ungkap Heru.

Senada disampaikan Khusaini Rafsanjani selaku pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia menuturkan bahwa aspek penegakan hukum adalah meliputi 5 hal, pertama adalah peraturan perundang undangan, kedua penegak hukum, ketiga budaya masyarakat, empat pemahaman hukum, kelima fasilitas penegakan hukum.

“Dari kesekian unsur yang masih menjadi faktor kurang efektifnya hukum kita salah satunya adalah pemahaman hukum, oleh karenanya kita mempunyai tugas bersama untuk memupuk pemahaman hukum di masyarakat sehingga kondusifitas masyarakat lebih baik,”tutur Khusaeni.

Lebih lanjut, Luqman Hakim, SH MH pemateri lainya menerangkan, bahwa urgensi Pemerintah desa sebagai pelopor keadilan bisa menggunakan Teknik Paralegal, dimana seluruh elemen pemerintah Desa telah mempunyai keahlian dan sertifikasi Paralegal, hal tersebut akan sangat memudahkan akses keadilan masyarakat.

Selain itu disampaikan Bahwa LKBH sebagai Lembaga bantuan hukum yang sudah terdaftar di kemenkumham siap untuk melakukan pelatihan paralegal dan melakukan supervisi paralegal kedepannya jika pemerintah desa Dawung akan melaksanakan pelatihan paralegal.

Sumber: harian7.com