Ngangsu Kaweruh Untuk Kemajuan Satuan dan Pelayanan Prima, FaSya IAIN Salatiga Gandeng Team Satpam Studi Banding ke IAIN Tulungagung

Tulungagung- Ujung tahun 2020 pada Rabu, 30 Desember 2020 Fasya IAIN Salatiga melakukan kunjungan study banding ke Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum (FaSih) IAIN Tulungagung sekaligus menjadi kunjungan terakhir pada tahun 2020.
Lengkap dengan jajaran pimpinan FaSih IAIN Tulungagung menyambut dengan baik kedatangan rombongan study banding FaSya IAIN Salatiga. Pada kunjungan ahir tahun ini, FaSya mengajak rombongan Keamanan sebagai garda depan dalam pelayanan untuk bisa saling bertukar dan menambah ilmu serta pengalaman untuk pelayanan yang lebih baik.
Diterima di gedung syariah tepatnya ruang pertemuan lantai 3, HM. Saefudin Zuhri, M.Ag (wakil rektor 2), Dr. H. Ahmad Muhtadi Anshor, M.Ag (Dekan), Dr. Kutbuddin Aibak, S.Ag., M.HI (wakil Dekan 1) dan Dr. H. M. Darin Arif Mu’alifin, S.H., M.Hum (wakil Dekan 3) beserta jajaran staff dan anggota keamanan. Dalam sambutan acara, Muhtadi mengungkapkan “kondisi pandemi telah merubah tatanan hidup kita baik di dalam kampus maupun di lingkungan luar kampus. Bertepatan tanggal 30 desember merupakan hari ultah satpam yang ke-40, kunjungan rombongan salatiga yang membawa anggota keamanan tepat untuk kita ucapkan selamat dan mendoakan bersama agar mereka dalam keadaan yang sehat terus bertugas dengan maksimal. Dan mewakili seluruh jajaran untuk mengucapkan selamat datang rombongan IAIN Salatiga”.
Membalas sambutan baik kunjungan, Siti Zumrotun selaku Dekan FaSya IAIN Salatiga berterimakasih atas sambutan yang sangat baik dari FaSih IAIN Tulungagung. Dan menyampaikan bahwa tujuan berkunjung dan bersilaturahmi kami, tertarik akan IAIN Tulungagung yang sudah menerima prioritas untuk menjadi UIN Sayid Ali Rahmatullah (disingkat: SATU), dengan harapan dan doa semoga salatiga segera bisa menyusul apa yang sudah menjadi cita-cita bersama umumnya pada Institut Agama Islam indonesia. Tujuan selanjutnya mengantar anggota keamanan agar dapat berbagi pengalaman dan model pelayanan untuk berkembang kearah lebih baik. Berdialog untuk kebaikan apa saja yang bisa diimplementasikan ke salatiga. Karena kami sadar bagaimana kemajuan perguruan tinggi islam serta instansi pemerintah maupun non pemerintah pada umumnya tidak bisa berjalan dengan maksimal tanpa peran penting dari anggota OB dan satpam, pungkasnya.
Dilanjutkan Kabag Tata Usaha FaSya IAIN Salatiga Heru Heriyanto, S.E. menambahkan bahwa mental rohani maupun batin anggota keamanan sebagai garda depan harus tetap terjaga terus kuat terutama dalam masa-masa yang prihatin pada pandemi ini.
Danang Setiayawan selaku anggota keamanan IAIN salatiga menanyakan dalam sesi pertanyaan bahwa bagaimana teknik layanan dan pengawasan dalam masa libur perkuliahan?. Dan langsung dijawab oleh Warek 2 bahwa layanan dalam kondisi tersebut tetap dalam prosedur yang sudah ditentukan dan disepakati bersama oleh lingkungan IAIN Tulungagung.
Widodo selaku Koordinator lapangan team keamanan FaSya IAIN Salatiga ikut menanyakan perihal bagaimana peraturan yang sudah berjalan tentang punishmen bagi seluruh sivitas IAIN Tulungagung yang tidak bisa menunjukkan STNK kendaraan yang mereka bawa untuk sementara kendaraan ditahan sampai bisa menunjukkan surat tersebut.
Dijawab langsung oleh Warek 2 bahwa peraturan tersebut disepakati bersama dan dikeluarkan langsung oleh Rektor IAIN Tulungagung.

Lulusan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga Menjadi Sarja Hukum Plus Yang Siap Menjadi Praktisi Hukum Handal

FaSyaIAINSalatiga-Kompetensi lulusan Sarjana (S1) Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga setiap tahun menjadi perhatian khusus yang wajib untuk terus ditingkatkan. Sehingga lulusan FaSya menjadi Sarjana Hukum Plus karena mendapat materi perkuliahan dari bidang hukum umum dan hukum syari’ah. Dalam acara pelepasan wisudawan/ti ke-XII FaSya IAIN Salatiga, kembali lagi dalam sambutan acara Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. selaku Dekan memberikan pesan dan kesan kepada para lulusan agar terus mengingat jasa para dosen yang telah memberikan terbaik untuk mereka, maka ambil-lah sebanyak-banyaknya kebaikan tersebut. Dan tetap harus terus semangat meraih cita-cita seperti meraih bintang setinggi-tinggi nya. Gemblengan kuat di FaSya bertujuan untuk membentuk lulusan menjadi praktisi hukum yang handal dan profesional, jelasnya.

Lulusan terbaik Fakultas diterima oleh Nisa Hafidho dengan raihan Indeks Kumulatif 3.83 yang ditempuhnya selama 4 tahun di Program Studi Hukum Keluarga Islam. Sosok yang semangat dan supel serta memiliki kcita-cita tinggi memberikan pesan dan kesan kepada teman seperjuangan mereka bahwa “lulusan terbaik hanya terbatas pada nilai, namun lebih penting bagaimana kita sebagai sarjana hukum bisa mengaplikasikannya pada masyarakat dan bangsa. dan tidak lupa mulai dari kita sendiri sebagai lulusan IAIN Salatiga untuk mengenalkan dan mengharumkan nama IAIN Salatiga ke seluruh negeri, pesannya.

Prosesi wisuda yang biasanya ada pemindahan koncer dan bersalaman, pada kali ini dikarenakan masih dalam keadaan pandemi para lulusan berjaga jarak dan tetap menerima ijazah dan transkrip nilai yang diberikan oleh Dekan didampingi oleh Ketua Program Studi masing-masing.

Bidik Indeksasi Internasional, Fakultas Syari’ah Gelar Workshop Jurnal

Karanganyar-Bertempat di Amanah Farm Hotel Tawangmangu, Fakultas Syariah menggelar Workshop Jurnal yang bertajuk : Learning Best Practice”How To Internationalize Journals In Sharia Faculty”. Workshop yang diselenggarakan selama dua hari yakni pada Kamis hingga Jumat, tanggal 12 – 13 November 2020 tersebut diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga.

Acara dimulai dengan pembukaan dimana dalam kesempatan tersebut Dekan Fakultas Syariah menyampaikan dalam sambutannya bahwa Fakultas Syariah memiliki dua buah Jurnal, yaitu Jurnal Ijtihad yang sudah berpredikat Sinta 2 dan Journal Of Indonesian law yang sedang proses pendaftaran ISSN, tujuan dari workshop ini sebagai upaya untuk memajukan jurnal-jurnal tersebut yang ada di Fakultas Syraiah menjadi Jurnal Ilmiah bereputasi Internasional.
Materi di hari pertama workshop disampaikan oleh Muhamad Mustaqim, M.M., M.Pd.I (Managing Editor Qudus International Journal Islamic Studies) yang berbagi pengalamnnya dalam menghantarkan Qudus International Journal Islamic Studies (QIJIS) menuju jurnal terindeks Internasional hingga kini. Pada sesi ini, antusiasme dari para peserta cukup tinggi dimana banyak pertanyaan yang diajukan oleh para peserta terkait inovasi-inovasi apa saja yang dapat diambil dari QIJIS. Tidak lupa, Mustaqim juga memaparkan tentang tips-tips bagaimana agar jurnal segera tembus ke scopus.
Di esok harinya dilanjutkan pemaparan oleh Saptoni, S.Ag., M.A, (Tim Jurnal Al Jami’ah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) yang lebih banyak membedah mengenai modalitas dan muatan yang dimiliki oleh jurnal-jurnal di Fakultas Syariah. Di samping itu, Saptoni juga fokus memberikan kritik dan saran yang membangun guna percepatan jurnal-jurnal Fakultas Syariah memperoleh indeksasi, terakreditasi dan bereputasi Internasional.